+10 344 123 64 77

Pernah makan di KFC? Pertanyaan yang ga perlu dijawab sebenarnya.. Sama saja seperti saya nanya: pernah minum coca cola? Tujuan saya bukan menanyakan itu.. Coba perhatikan, apakah pemilik KFC itu nongkrong nungguin usahanya?

Beberapa teman saya, memilih menjadi pengusaha, bukan karena sekedar ingin menjadi kaya.. Kalau sekedar ingin menjadi kaya, semua bidang lain bisa menjadi kaya.. Pegawai kaya? Banyak. Lihat saja Gayus Tambunan.. (hush! koq Gayus yg dijadikan contoh?). Atau lihat para pegawai lain yang sudah mencapai posisi yang tinggi di perusahaannya.. Cukup banyak pegawai yang berpenghasilan bersih di atas 20 juta per bulan, sehingga bisa kita kategorikan kaya..

Wirausaha kaya? Banyak. Dokter spesialis yang kaya bertaburan di seluruh Indonesia.. Artis apalagi. Banyak yang penghasilannya puluhan juta, bukan per bulan, tapi per jam.. Eh, sebentar, memangnya apa bedanya pengusaha dengan wirausaha?

Menurut Robert Kiyosaki, pengusaha dan wirausaha sama-sama tidak bekerja di bawah perintah orang lain.. Mereka sepenuhnya bekerja untuk dirinya sendiri.. Perbedaannya? Setahun. Maksudnya?

Pengusaha, jika ia berhenti total bekerja selama setahun, maka usahanya akan tetap berjalan, bahkan mungkin makin maju.. Sementara wirausaha, tidak. Jika wirausaha bekerja, ia dapat pemasukan. Jika ia berhenti bekerja, maka pemasukannya juga berhenti. Jadi sebenarnya mudah saja untuk mengukur, apakah kita masih termasuk wirausaha, atau sudah masuk kelompok pengusaha.. Coba besok pagi kemas-kemas, kemudian pergi wisata keliling Indonesia, kemudian akhirnya menetap di Papua untuk belajar memanah.. Lalu sambil memakai koteka, coba kita kembali ke rumah setahun kemudian, dan tinjau usaha kita.. Kalau ternyata usaha kita ambruk, dan rumah kita sudah dipasang plang rumah ini dijual oleh bank untuk bayar utang, berarti kita masih masuk kelompok wirausaha..

Nah, inilah salah satu daya tarik pengusaha: pensiunnya.. Beda dengan pegawai, di mana saat pensiun, penghasilan sering kali terpotong menjadi kurang dibawah setengah gaji, sementara mereka sudah terbiasa dengan gaya hidup bergaji penuh selama puluhan tahun. Tidak heran saya cukup sering melihat para pensiunan pegawai yang pusing memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, yang akhirnya malah menggantungkan hidup pada anak-anaknya.. Saya rasa, hidup di bawah belas kasihan orang lain, walaupun itu anak kita sendiri, tidaklah sehat.. Anak-anak kita kelak, sudah punya tanggung jawab sendiri, untuk menghidupi keluarganya..

Nah pertanyaannya, bagaimana caranya pindah dari wirausaha menjadi pengusaha, sehingga penghasilan kita tetap, atau bahkan meningkat, walau kita sudah berhenti bekerja? Jawabnya cuma satu: sistem.

Saya punya langganan bakso, dari sejak tahun 90an sampai sekarang.. Dari sejak pertama saya kali makan di sana, sampai sekarang puluhan tahun kemudian, yang saya temui tetap sama: lokasi sama, besar warung tetap sama, tidak punya cabang, bahkan sang pemilik masih tetap nongkrong di meja kasir yang sama, hanya saja sudah bertambah tua.. Saya cukup heran: baksonya enak, warungnya selalu ramai, harganya masuk akal, pelayanannya cukup bagus, dan sudah cukup terkenal di Medan, kenapa sepertinya tidak ada perkembangan? Pernah saya iseng tanya ke bapak tua pemiliknya: “Kenapa ga dikembangkan usahanya pak? Minimal buka cabang satu lagi?” Bapak itu menjawab dengan senyuman lebar khasnya: “Walah mas, ngurus satu aja sudah habis waktu saya.. Mana sanggup saya ngurus dua warung sekaligus?”

Lha, kembali ke awal cerita ini: memangnya para pemilik KFC itu kerjanya nongkrong di warung KFCnya? Saya yakin ada beberapa cabang yang dimiliki pemilik yang sama.. Pertanyaannya: kenapa usaha KFC bisa berkembang terus, walau tidak ditongkrongi, sementara usaha bakso bapak itu tidak berkembang sama sekali? Saya tidak bisa membayangkan seorang pengusaha, yang mempunyai 50 tempat usaha dengan berbagai jenis usaha yang berbeda di seluruh Indonesia, harus keliling-keliling nongkrongin 50 tempat usaha sekaligus.. Kenapa ada orang yang bisa punya banyak perusahaan, sementara ada orang yang kehabisan waktu hanya untuk mengurusi satu warung? Sekali lagi jawabnya sederhana: sistem.

Sistem, dalam bahasa awam, adalah sekumpulan hal-hal kecil yang distandarkan, yang jika dilakukan, akan membentuk kinerja.. KFC, sudah punya aturan standar yang jelas.. Kadang kita menyebutnya sebagai SOP (Standard Operating Procedure). Mulai dari cara melayani konsumen, pembukuan, tata interiornya, cara melatih pegawai, berapa lama ayam digoreng dan dalam suhu berapa derajat, bahkan sampai arah menyapu lantainya, semua sudah distandarkan.. Semua cabang KFC mempunyai sistem yang sama, dan semua sudah melalui riset yang mendalam.. Bahkan sampai pilihan warna kursi dan mengapa KFC menggunakan kaca tembus pandang sebagai dinding, semua melalui riset.. Sehingga, siapapun yang diberi tugas memimpin cabang tersebut, cabang tersebut tetap bisa berjalan dengan baik.. Sistemnya juga dibuat sedemikian rupa, sehingga potensi kecurangan pegawai juga bisa diminimalisir..

Itulah yang perlu kita lakukan jika ingin menjadi pengusaha: membentuk sistem. Tidak mudah? Iya. Kita harus meluangkan waktu untuk menemukan standar yang tepat untuk semuanya di dalam usaha kita, sama seperti KFC, lalu mengcopynya ke cabang yang baru.. Itupun belum tentu langsung berhasil, karena cabang yang baru berarti menemui masalah yang baru.. Semua usaha waralaba, seperti KFC dan Indomaret, terus menerus menyempurnakan sistemnya, sehingga diharapkan mampu menjawab masalah apapun yang muncul di cabang manapun.. Sehingga di beberapa negara, ada aturan bahwa sebuah jenis usaha baru boleh diwaralabakan setelah lima tahun berdiri.. Setelah lima tahun, diharapkan sistemnya sudah mapan, sehingga tidak ada pembeli hak waralaba yang dirugikan karena sistem yang masih coba-coba..

Dan, lebih dari itu, membentuk sistem berarti kita harus mampu untuk berbagi wewenang dan rezeki kepada orang lain.. Kita harus mampu mengikhlaskan cabang-cabang usaha kita dipimpin oleh orang lain, dan mengikhlaskan sebagian keuntungan untuk menggaji orang lain untuk mengawasi cabang-cabang kita.. Tapi coba renungkan, mana yang lebih baik, punya satu toko dengan penghasilan 20 juta rupiah, atau punya 10 toko dengan penghasilan masing-masing 5 juta rupiah, dan kita tidak perlu terlibat secara aktif mengurusnya? Tanpa kemauan dan kemampuan untuk berbagi, maka kita akan sulit sekali untuk sekedar mengembangkan 2 toko, apalagi sampai 10 toko..

Lalu kenapa kita harus susah payah membentuk sistem, kalau usaha kita sudah berhasil membuat kita kaya? Kenapa kita harus menginvestasikan uang, tenaga dan fikiran, jika sekarang saja usaha kita sudah cukup maju? Jawabnya mudah: kita tidak pernah tahu berapa lama kita diberi waktu oleh Tuhan berkarya di dunia ini.. Di zaman di mana banyak orang kena stroke atau penyakit jantung di usia 30an, bagaimana kita bisa berharap kita akan hidup selamanya? Jika suatu saat kita sakit keras dan tidak mampu bekerja lagi, atau bahkan meninggal, bagaimana nasib usaha kita? Atau pertanyaan yang lebih tajam: bagaimana nasib keluarga kita, yang mungkin menggantungkan hidupnya terhadap penghasilan kita? (apalagi jika kita adalah pegawai).. Banyak sekali wirausaha yang dikendalikan penuh oleh kebijakan pemiliknya, dimana sang pemilik adalah sistem itu sendiri, sehingga di saat pemiliknya meninggal, sistemnya ikut berpulang, dan akhirnya usahanya ikutan menutup mata..

Akhirnya, jika kita ingin meninggalkan warisan yang berharga untuk penerus kita, mari kita bentuk sistem.. Kita bisa memilih membangun sistem sendiri, atau membeli hak waralaba dari perusahaan-perusahaan yang sistemnya sudah mapan.. Yang manapun pilihan kita, ingatlah, bahwa semua susah payah itu demi masa tua kita, dan demi masa depan anak cucu kita..

Membangun usaha tanpa sistem seperti mendorong batu besar di jalan rata. Kita mendorong, batunya jalan. Kita berhenti, batunya berhenti.

Membangun usaha dengan sistem, seperti mendorong batu besar di sebuah tanjakan. Lebih berat dan lebih sulit, bahkan jika kita berhenti di tengah tanjakan, batu besar itu akan menggelinding dan melindas kita. Tapi jika kita teruskan sampai puncak tanjakan, batu itu akan terus meluncur turun, dengan atau tanpa kita..

Seri Pegawai vs Pengusaha yang lain, lihat di sini:

http://www.kompasiana.com/dianjatikusuma

Judul asli
'Pegawai Vs Pengusaha, bagaimana cara pensiun?'



Ayo Bantu Muslim Suriah Melalui 'MISI MEDIS SURIAH'

Caranya Sangat Mudah

Anda bisa datang langsung ke kantor  'MISI MEDIS SURIAH'
  • Alamat :
    Jl. Kaliurang km 7 Sleman Yogyakarta
Atau anda juga bisa mentransfer melalui rekening bank dibawah ini :

MANDIRI : 900 0019 330 720 a.n IKRIMAH (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
BCA : 1691 967 749 a.n IKRIMAH (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
BRI : 0029 0110 999 7500 a.n IKRIMAH (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
BNI : 0317 563 523 a.n IKRIMAH (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)








'MISI MEDIS SURIAH'  memberikan bantuan sekitar 500 bungkus plastik roti (kurang lebih 3500 lembar) kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Idlib, dikarenakan sempat terjadi ketiadaan roti di sana.



Roti adalah hidangan pokok paling penting bagi orang Suriah, ibaratnya, kalau tidak ada roti berarti bukan "makan".

Pic: Bungkusan roti Suriah

Indonesia baru saja mendapatkan pinjaman dari Cina sebesar Rp 647 Triliun.
Hal tersebut sama saja menggadaikan Indonesia ke Cina, karena kerja sama yang semakin intens apalagi negara tersebut menyapu bersih proyek infrastruktur.

“Jangan sampai terulang pengalaman buruk seperti proyek pembangunan pembangkit listrik Fast Track Program (FTP) 10.000 MW tahap pertama terulang lagi. Faktor kapasitas dari proyek tersebut sangat rendah, hanya 35-50 persen, seperti yang dilaporkan pejabat Bappenas,” .

Ingat juga pembelian bus TransJakarta karatan dari RRC yang kasusnya kini masih mengendap.

Intelijen.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keluasaan kepada Republik Rakyat Cina (RRC) untuk menguasai RI.

“Kalau saya lihat situs di sekraris Kabinet banyak proyek yang dikuasai Cina seperti bandara, pelabuhan, listrik, kereta api,” kata Direktur Eksekutif Indonesia for Democracy and Justice (IDC), R Mubarrod dalam pernyataan kepada intelijen, Jumat (24/4).

Menurut Mubarrod, kalau bandara, pelabuhan maupun lainnya diserahkan ke Cina harus diwaspadai. “Bandara, pelabuhan merupakan daerah vital pintu masuk untuk ke Indonesia,” ungkap Mubarrod.
Kata Mubarrod, banyak proyek yang melibatkan Cina justru merugikan Indonesia. “Contoh paling gampang, pengadaan bus TransJakarta, Pemerintah DKI rugi, barangnya jelek, apalagi yang lainnya,” jelas Mubarrod.

Selain itu, kata Mubarrod, beberapa pengadaan barang dan jasa yang melibatkan Cina acap kali bermasalah. Salah satunya adalah proyek program percepatan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batubara, gas dan energi terbarukan atau fast track programme) tahap I.

Dari situs Sekretariat Kabinet disebutkan, proyek infrastruktur yang menggandeng Cina antara lain: pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandar udara (bandara), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 mega watt (MW).

Tak cuma itu, Cina juga akan terlibat dalam pembangunan jalur kereta api super cepat Jakarta – Bandung dan Jakarta – Surabaya. Sayang, pemerintah tak menyebutkan nama proyek berikut besaran nilai proyek.
Dikecam! Penyanyi Anggun C Sasmi Dukung Penjahat Narkoba, Pro Charlie Hebdo Penghina Nabi Saw, dan Unggah Gambar Bendera Israel
Inilah beritanya.


Siapa Serge Atlaoui, Gembong Narkoba yang Didukung Anggun C. Sasmi?
Selasa 9 Rejab 1436 / 28 April 2015 18:30



PENYANYI kelahiran Indonesia Anggun C Sasmi seperti diberitakan Le Parisien, melakukan aksi demonstrasi di Paris, Prancis menolak eksekusi terhadap warga negara Prancis Serge Atlaoui, terpidana mati kasus narkoba, Sabtu (25/4/2015).


Anggun—yang di awal karir tenar di Indonesia ini—menyebut Indonesia kuno dengan masih memberlakukan hukuman mati. Terpidana mati yang dibela Anggun adalah pemilik pabrik narkoba terbesar ketiga di dunia asal Prancis,.


Pemerintah Indonesia menjatuhkan hukuman mati pada Atlaoui setelah dia terbukti menyimpan berton-ton bahan pembuat ekstasi, 148 kilogram sabu, dan sejumlah mesin pembuat ekstasi.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi di Banten itu, berkapasitas produksi 100 kilogram ekstasi per minggu. Pabrik ini disebut-sebut sebagai pabrik terbesar ketiga di dunia setelah pabrik di Fiji dan Cina.



Dengan satu kilogram ekstasi berisi 10 ribu butir pil yang tiap butirnya laku dijual Rp 100 ribu, maka pabrik ini setiap minggunya memiliki omset Rp 100 miliar. []
*** 

Anggun C Sasmi Pro Charlie Hebdo penghina Nabi saw, dan unggah gambar bendera Israel

Di samping membela penjahat narkoba tingkt dunia, Anggun C Sasmi ternyata juga pro Majalah Charlie Hebdo yang dinilai Umat Islam sedunia sebagai media yang menghina Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa salam. Bahkan penyanyi itu juga dikabarkan menyanyikan lagu untuk Charlie Hebdo.


Di samping itu Anggun C Sasmi juga mengunggah Gambar 
Bendera Israel dan Prancis Bersatu. Semua itu justru seakan dia banggakan, ketika dikecam; hingga dia pampangkan di web atasnama dia.


Delapan terpidana mati Narkoba
Penyanyi yang telah dikecam karena dukungannya terhadap panjahat narkoba yang dihukum mati itu tampaknya justru menunjukkan seperti apa jati dirinya hingga pantas dikecam.

Sedang ekskusi terhadap para penjahat itu pun telah berlangsung.

Gelombang kedua eksekusi terpidana mati Narkoba pada akhirnya tetap dilakukan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada pukul 00.25 WIB, Rabu (29/4/2015).

Delapan terpidana mati Narkoba yaitu Myuran Sukumaran (WN Australia), Andrew Chan (WN Australia), Zainal Abidin (WNI), Martin anderson (WN Ghana), Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol), Rodrigo Gularte (WN Brasil), Sylvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria), dan Okwodili Oyatanze (WN Nigeria) dilaporkan telah dieksekusi dan akan segera disemayamkan, menurut berita liputan6.com.
Cina=Tiongkok

RRC = Republik Rakyat Cina
RRT = Republik Rakyat Tiongkok

Cina dan Tiongkok adalah sama.

1. Pembangunan infrastruktur, dialokasikan kpd RRT.
2. Sektor Perkebunan dan Migas, jatah Iran.
- Kontrak: 50 tahun.
- Karena ambil "borongan" maka berbagai harga dpt diskon.

INILAH REALITA POLITIK YG KITA HADAPI BUNG!!!
1. Kiblat beralih dari USA dan Arab Saudi/Timteng kepada RRT dan IRAN.
2. Aktifitas bisnis Iran di Indo akan memperkuat juga Financial dan SDM gerakan2 Syiah.
3. Kebisingan yg dibuat Ahok hanya "pengalih perhatian" dari strategi2 besar lainnya.
4. Biarkan para ustadz Indo sibuk dgn Timur Tengah, tapi halaman belakang muslim Indonesia sdh terambil.

Afwan... mohon izin copas dr group sebelah :
Tipuan gaya Baru

(Ust. Abdul Latif Khan)

Pagi tadi saya melihat sebuah video pencurian mobil yang dilakukan dengan cara yang sederhana namun cukup cerdas. Si pencuri mengikatkan beberapa kaleng di bagian belakang mobil yang sedang di parkir di parkiran. Kemudian ia bersembunyi sampai si pemilik mobil datang. Saat ia menjalankan mobil maka terdengarlah suara berisik dari arah belakang, maka ia keluar dari mobil untuk mencari tahu apa yang terjadi di belakang.
Saat ia turun tanpa sadar ia membiarkan mobil dalam keadaan hidup dengan pintu terbuka. Maka si pencuri mengambil celah kelengahan pengemudi ini dengan buru-buru membawa pergi mobil itu.

****

Saya melihat kondisi seperti itulah yang sedang dilakoni oleh para pegiat "perampok Indonesia" Hanya dengan membuat sedikit keributan yang dilakoni oleh satu dua orang, maka mereka melakukan "perampokan negeri ini dalam senyap".
Lihatlah data berikut yang saya dapat dari copas
Pengukuhan pengurus GAPKI (Gabungan Pengusaha Kebun) di hotel Borobudur pagi ini. Menteri Pertanian yg membidangi tak hadir. Luhut B Panjaitan ambil kendali, dan dia emang diberi kewenangan oleh Keppres untuk mengambil alih tugas2 kementerian (dgn nama Pengendalian dan Percepatan).

Dari sambutannya dpt disimpulkan:

1. Pembangunan infrastruktur, dialokasikan kpd RRT.
2. Sektor Perkebunan dan Migas, jatah Iran.
- Kontrak: 50 tahun.
- Karena ambil "borongan" maka berbagai harga dpt diskon.

INILAH REALITA POLITIK YG KITA HADAPI BUNG!!!
1. Kiblat beralih dari USA dan Arab Saudi/Timteng kepada RRT dan IRAN.
2. Aktifitas bisnis Iran di Indo akan memperkuat juga Financial dan SDM gerakan2 Syiah.
3. Kebisingan yg dibuat Ahok hanya "pengalih perhatian" dari strategi2 besar lainnya.
4. Biarkan para ustadz Indo sibuk dgn Timur Tengah, tapi halaman belakang muslim Indonesia sdh terambil.

Setelah sektor Perdagangan dan Perbankan (hilir dan hulu Ekonomi Moneter), sekarang sektor Infrastruktur serta Perkebunan & Migas (hilir dan hulu Ekonomi Real) mereka kuasai. Belum lagi sektor Media untuk mengendalikan Opini Publik.

****

Kondisi dimaksud cukup mengenaskan. Cuma sedikit jadikan Ahok kompor gas 3 kiloan yang meledak yang suara ledakannya misalnya " Nabi saja tidak bisa lenyapkan prostitusi", "Pelacur dan rumah kos pelacur di beri sertifikat", "apa ada orang mabuk minum bir?" ,dll memang telah membuat kita terusik. Di samping gaya cengengesan Big Boss yang juga sering menjadi headline TV yang memang kebanyakan dari kalangan mereka.

Plan untuk "Rampok Indonesia" dan geser "sakralitas" umat Islam sebagai kelompok mayoritas bangsa dan lemahkan fungsi dan wibawanya ternyata berjalan sesuai schedule.
Beware
Maha Benar Allah yang mengatakan bahwa kita harus bershaff dalam dakwah dan jihad, kita harus membentuk Team Work dakwah yang handal. Serta harus menyadari bahwa menjadi muslim bukan sekedar harus menjadi orang baik, tapi menularkan kebaikan itu pada semua orang. Dan itu harus dilakukan secara progresif.

Hati-hari dengan "Tokoh kaleng Rombeng" semacam Ahok. Karena setidaknya dia begitu ampuh buat pengalihan isu. Di samping "Tokoh Kaleng Rombeng" lain nya. Kita tidak harus menghabiskan energi tuk hadapi model tokoh macam itu. Cukup Tim kecil saja yang mengurusinya. Sementara kita harus fokus pada persoalan besar baik dalam skala global dan Lokal.

***

"Kaleng Rombeng" itu bisa tokoh, bisa isu peristiwa, bisa juga batu akik dan hal lain yang berserak. Sementara mereka memiliki Grand Design yang secara sistematis berjalan.
Allah bersama kita, Allah sebaik-baik pembuat makar.
Seharusnya jika kita "pedang" maka kita bukan "pedang pajangan"
Medan, 29 April 2015

On Apr 29, 2015 8:20 AM, "Abimantrono Anwar" <bimanwar2@yahoo.com> wrote:
Jokowi Menyerahkan Indonesia Kepada Cina Secara Total
Selasa, 10 Rajab 1436 H / 28 April 2015 22:03 wib

http://www.voa-islam.com/…/jokowi-menyerahkan-indonesia-k…/…
JAKARTA (voa-islam.com) - Semakin dalam cengkeraman atas Indonesia. Indonesia benar-benar diserahkan kepada Cina. Dengan penguasaan proyek infrastruktur kepada Cina, maka ini akan memudahkan Cina menggulung seluruh potensi dan kekayaan alam Indonesia, termasuk ekonominya.
Hasil pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di sela-sela Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta, pekan lalu menyisakan banyak pertanyaan. Tiongkok makin mendapat angin untuk menguasai proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air.

Dalam pertemuan itu Presiden Jokowi memastikan bahwa Tiongkok akan ikut berinvestasi dalam proyek infrastruktur. Salah satunya adalah Tiongkok yang akan terlibat dalam pembangunan jalur kereta supercepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.

Hasil pertemuan ini bukan hanya mengejukan sejumlah pihak di Tanah Air. Pihak Jepang juga ikut mutung mendengar kedekatan Jokowi dan Xi yang memberi peluang bagi saingannya meraih proyek infrastruktur. Sampai-sampai PM Jepang Abe langsung pulang, tidak mengikuti acara berikutnya dalam rangkaian peringatan KAA di Bandung dengan muka cemberut.

Dalam pertemuan itu, seperti terungkap dalam situs Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi ingin memastikan RRT ikut dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang meliputi pembangunan 24 pelabuhan, 15 pelabuhan udara (airport), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta sepanjang 8.700 km, dan pembangunan pembangkit listrik (powerplan) berkapasitas 35 ribu megawatt.

Artinya Tiongkok makin merajai proyek infrastruktur di Tanah Air, makin leluasa menancapkan kepentingan bisnis dan dominasi pasarnya di Tanah Air. Pendekatan Tiongkok kepada para petinggi di Tanah Air yang sangat gencar akhir-akhir ini, termasuk mengundang Presiden Jokowi datang ke negaranya, tampaknya bukan usaha yang sia-sia.

Namun patut diingat, publik di Tanah Air masih belum terlepas dari stigma buruk terhadap produk-produk China. Dari mulai barang-barang elektronik, hingga terakhir busway yang dioperasikan di DKI Jakarta diketahui karatan dan cepat rusak.

Bagaimana dengan proyek China di infrastruktur? Sepertinya imagenya sama saja. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago juga mengeluhkan hasil proyek pembangkit listrik "Fast Track Program" (FTP) tahap I 10 ribu megawatt dari Tiongkok, yang hanya memiliki faktor kapasitas 35-55 persen dari kapasitas seluruhnya.

Bandingkan dengan pembangkit listrik yang dibangun kontraktor Jerman, Perancis, dan Amerika yang bisa mencapai kapasitas 75 persen-80 persen. "Tapi kita sudah menawarkan ke mereka (Tiongkok) untuk memperbaiki itu," kata dia.

Karena kasus itu, pemerintah telah memperketat syarat kerja sama proyek infrastruktur dengan investor Tiongkok agar pengalaman tidak mengenakkan saat mengerjakan proyek pembangkit listrik "Fast Track Program" tidak terulang.

Kenapa Tiongkok mampu menguasai proyek-proyek infrastruktur strategis? Faktor harga murah menjadi strategi utamanya. Untuk proyek pembangkit listrik saja, teknologi pembangkit listrik Jerman, Jepang, dan Korea jauh lebih mahal. Teknologi dari Tiongkok memang lebih murah, namun kapasitasnya sangat rendah.

"Pemerintah harus belajar dari pengalaman dengan memperbaiki syarat dan ketentuan kontrak, serta melakukan pengawasan yang ketat dalam eksekusinya," kata Anggota Komisi XI DPR Ecky Awal Mucharam. "Jangan sampai terulang pengalaman buruk proyek pembangunan pembangkit listrik Fast Track Program (FTP) 10.000 MW tahap pertama terulang lagi," tambah politisi dari Partai Keadilan
Sejahtera itu.

Dalam kerja sama proyek tak hanya dengan Tiongkok tetapi juga dengan investor lain, sudah selayaknya dilakukan secara ketat dari mulai proses tender, pengawasan, pelaksanaannya hingga tanggung jawab setelah proyek itu berjalan. Pemerintah mau tidak mau harus memperketat dan mengawasi penerapan teknologi, penggunaan konsultan, desain teknis, dan lain-lain agar proyek itu berjalan sesuai harapan

Tak hanya, itu setiap proyek harus tetap mengedepankan sumber daya di dalam negeri, baik itu sumber daya manusia maupun alam. Pastikan bahwa terjadi penyerapan tenaga kerja domestik diberangi dengan pengurangan tenaga kerja asing.

Sementara bahan baku proyek juga harus mengutamakan produksi dalam negeri. Perketat tingkat kandungan lokal semaksimal mungkin sehingga dapat mendongrak multiplier efek bagi perekonomian nasional.

Faktor lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah, proyek-proyek itu harus diiringi dengan proses transfer teknologi dan pengetahuan. Hal ini perlu dilakukan untuk mempersiapkan SDM kita di masa mendatang sehingga tidak bergantung lagi kepada pihak asing.

Patut diingat, dana yang dikeluarkan untuk proyek-proyek infrastruktur berasal dari utang jangka panjang sehingga yang harus membayar tidak hanya kita tetapi anak cucu kita kelak. Apalagi kemudian proyek ini hanya menjadi ajang bancakan para pihak, tentu yang harus menanggungnya dosanya adalah seluruh rakyat Indonesia. Bisa-bisa celaka dua belas bagi bangsa Indonesia.
Begitulah Jokowi telah menyerahkan Indonesia kepada Cina. Dengan dibangunnya infrastrtuktur oleh Cina, maka ini sangat menguntungkan bagi kepentingan Cina atas Indonesia. (dtta/mr/dbs/voa-islam.com)

Kiriman Rez@
Hari Ini pada 8:25 AM

Syiah Iran Sudah Punya Pengalaman Merevolusi Negara Lain

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali,Lc.MA dari Payakumbuh menjelaskan, Indonesia di ambang revolusi Syiah. "Syiah sudah punya pengalaman merevolusi negara yang sudah mereka masuki," tegasnya.
Terkait sikap MUI terhadap Syiah, menurut Wakil Sekjend MUI Pusat Syaikh Tengku Zulkarnain sudah sangat jelas. Pada tahun 1984, pada Munas MUI, diputuskanlah bahwa MUI menolak paham Syiah masuk ke Indonesia. “Itu keputusan Munas. Keputusan itu di atas ketentuan fatwa,” tegasnya. Ditambah lagi dengan MUI Jatim yang sudah mengeluarkan fatwa sesatnya Syiah. “Fatwa MUI daerah itu berlaku untuk seluruh Indonesia selagi kasusnya sama,” pungkasnya.

Menurut Ketua PWNU Jatim Habib Ahmad bin Zein Al-Kaff, untuk mengadu-domba umat Islam, Syiah sering sekali memainkan isu Wahabi. “Wahabi disebut kelompok Takfiri. Padahal, yang pantas disebut kelompok takfiri adalah Syiah. Sebab, merekalah yang mengkafirkan shahabat nabi,” imbuhnya.

Karena itu, menurut Habib Zein, para da'i harus menjelaskan kepada umat tentang kesesatan Syiah dan apa itu ahlus sunnah. Ahlus sunnahlah yang mencintai ahlul bait dan shahabat nabi. Sebaliknya, Syiahlah yang mengkafirkan sebagian shahabat Nabi. Selain menyadarkan masyarakat, tugas kita juga melobi aparat. "Orang Syiah sudah masuk ke DPR, ormas Islam, partai, menteri bahkan melobi presiden," tegasnya.

Bagaimana Syiah bisa berkembang di Indonesia? Menurut Wakil Sekjend MUI Pusat Syaikh Tengku Zulkarnain,MA ,Syiah tidak bisa masuk melalui akidah karena masyarakat tidak bisa menerima shahabat Nabi dikafirkan. Mereka juga tidak bisa masuk lewat Syariah karena kita tidak menerima nikah Mut’ah. “Beberapa aliran Syiah masuk melalui tasawuf, tidak melalui akidah dan syariah,” ujarnya.


Inilah beritanya.
***

MULTAQA NASIONAL SERUAN AL-HAQ: ULAMA DAN CENDIKIAWAN BERSATU MENGHADANG SYIAH


Sameeh.net - Bertempat di Hotel Sahira Bogor, lebih dari 50 peserta menggelar Multaqa (Pertemuan Akbar) Ulama dan Cendikiawan. Acara yang berlangsung Selasa-Rabu, 28-29 April 2015 ini dihadiri beberapa ulama. Antara lain, Wakil Sekjend MUI Pusat Syaikh Tengku Zulkarnain,MA , Ketua PWNU Jatim Habib Ahmad bin Zein Al-Kaff, Direktur Islamic Centre Al-Islam bekasi Ustadz Farid Ahmad Okbah,Lc.MA , Amir Majelis Mujahidin beserta wakilnya Ustadz Muhammad Thalib dan Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman.


Seperti dituturkan Ketua Acara Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi, acara ini merupakan ajang silaturahim anggota grup WhatsApp (WA) "SERUAN AL-HAQ yang beranggotakan lebih dari 50 ulama dan cendikiawan Muslim.

Menurutnya, ada beberapa agenda yang dibahas dalam acara ini. Antara lain: bahaya Syi'ah yang sedang mengancam umat dari berbagai sisi, problematika pendidikan yang makin jauh dari nilai-nilai Islam dan moral anak bangsa yang makin runtuh, serta masalah ekonomi. “Saat ini banyak di antara umat Islam yang tidak paham tentang sistem kapitalis yang mengancam umat. Termasuk di antaranya masalah perbankan syariah,” ujar ustadz muda yang sering disapa Ustadz Ahat itu.


Selain itu, peserta juga akan membahas masalah kristenisasi yang sedang marak memurtadkan umat Islam, demikian pula masalah media yang sedang tidak berpihak kepada umat Islam. Mengupas tema Kristenisasi hadir Ketua Muallaf Center Indonesia, Master Steven Indra Wibowo As-Siddiqie. Ia menuturkan pengalamannya menjelajahi Indonesia, berdakwah mengislamkan ribuan orang.


Di antara poin-poin tersebut, masalah Syiah yang paling menyedot perhatian peserta. Ustadz Zulkifli Muhammad Ali,Lc.MA dari Payakumbuh menjelaskan, Indonesia di ambang revolusi Syiah. "Syiah sudah punya pengalaman merevolusi negara yang sudah mereka masuki," tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ustadz Farid Ahmad Okbah,Lc.MA. Menurutnya, Syiah kini makin berani dan merajalela. Merajalelanya kebatilan karena kebenaran tidak tampil. Karena itu, harus ada upaya untuk memberikan pemahaman kepada umat dengan langkah konkret. “Pertemuan ini harus mampu mendeteksi permasalahan umat lalu mencari solusinya,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Al-Ustadz Muhammad Thalib yang tampil sebagai pemateri kedua menjelaskan mengapa umat Islam gagal mewujudkan perjuangannya. Menurutnya, ada dua penyebab. Pertama, kurangnya ilmu. Ia mengutip sabda Nabi "berbahagialah orang yang beramal dengan ilmunya. "

"Jika buta tentang cara mengelola negara, bagaimana bisa mengatur negara. Harus tahu bagaimana cara mengelola negara dengan sistem Islam," tegasnya.
Penyebab kedua menurutnya, karena tidak disiplin. Ia mengutip sabda Nabi yang berbunyi, 

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang beramal dengan itqan.” Menurutnya, kita Ybelum pernah punya presiden yang ahli manajemen dan organisasi. “Mungkin ini adzab bagi bangsa Indonesia yang suka berkhianat,” ujarnya.

Masalah lainnya terberainya ukhuwah kaum muslimin di Indonesia. menurut Habib Zein al-Kaff adalah bumi ahlus sunnah wal jamaah. “Meski terdiri dari berbagai kelompok, tapi kita semua ahlus sunnah wal jamaah. Sebab berdasarkan sabda Nabi ketika menjelaskan tentang golongan yang selamat itu adalah: orang yang bersamaku dan shahabatku,” papar ulama asal Jawa Timur yang sengaja jauh-jauh datang menghadiri acara ini.

Namun meskipun sama-sama ahlus sunnah wal jamaah, ujarnya, kita tidak bersatu. Kita sering saling mengkafirkan. “Jika sesama ahlus sunnah saling mengkafirkan, lalu siapa yang masuk surga nanti. Syiah? Tidak. Karena itu kita jangan saling menyalahkan. Ini kerjaan Syiah. Mereka selalu bergerak,” ujarnya.

Masih menurut Habib Zein, untuk mengadu-domba umat Islam, Syiah sering sekali memainkan isu Wahabi. “Wahabi disebut kelompok Takfiri. Padahal, yang pantas disebut kelompok takfiri adalah Syiah. Sebab, merekalah yang mengkafirkan shahabat nabi,” imbuhnya.

Karena itu, menurut Habib Zein, para da'i harus menjelaskan kepada umat tentang kesesatan Syiah dan apa itu ahlus sunnah. Ahlus sunnahlah yang mencintai ahlul bait dan shahabat nabi. Sebaliknya, Syiahlah yang mengkafirkan sebagian shahabat Nabi. Selain menyadarkan masyarakat, tugas kita juga melobi aparat. "Orang Syiah sudah masuk ke DPR, ormas Islam, partai, menteri bahkan melobi presiden," tegasnya.

Untuk itu, menurut Ustadz Farid Ahmad Okbah, ada lima faktor yang bisa dilakukan. Yakni, keyakinan yang kuat, adanya kader yang disiapkan dan tidak boleh berhenti, harus ada program jangka pendek dan panjang, kerapihan organisasi, dan penyiapan logistik.

Sebagai solusi, Ustadz Muhammad Thalib menambahkan, umat harus mempunyai pemimpin yang berwibawa, manajemen dan organisasi yang baik dan pendanaan yang baik. “Jangan jadi kaya tapi bakhil. Syiah mengeluarkan dananya triliyunan,” imbuh Amir Majelis Mujahidin ini.
Bagaimana Syiah bisa berkembang di Indonesia? Menurut Wakil Sekjend MUI Pusat Syaikh Tengku Zulkarnain,MA ,Syiah tidak bisa masuk melalui akidah karena masyarakat tidak bisa menerima shahabat Nabi dikafirkan. Mereka juga tidak bisa masuk lewat Syariah karena kita tidak menerima nikah Mut’ah. “Beberapa aliran Syiah masuk melalui tasawuf, tidak melalui akidah dan syariah,” ujarnya.
Karena itu, terkait sikap MUI terhadap Syiah, menurut Syaikh Tengku Zulkarnain sudah sangat jelas. Pada tahun 1984, pada Munas MUI, diputuskanlah bahwa MUI menolak paham Syiah masuk ke Indonesia. “Itu keputusan Munas. Keputusan itu di atas ketentuan fatwa,” tegasnya. Ditambah lagi dengan MUI Jatim yang sudah mengeluarkan fatwa sesatnya Syiah. “Fatwa MUI daerah itu berlaku untuk seluruh Indonesia selagi kasusnya sama,” pungkasnya.
Namun fatwa MUI saja tidak cukup. MUI tidak berhak membubarkan sebuah gerakan atau lembaga. Karena itu menurut Ustadz Zulkifli Muhammad Ali,Lc.MA, penting juga dilakukan adalah mendekati aparat. Sebab, yang paling terdepan melindungi negara adalah TNI. Masalahnya, banyak di antara mereka yang sudah ditunggangi Syiah. “Untuk itu, kita harus dekati aparat. Bahkan, kita bisa minta bantuan ke TNI untuk melatih anak-anak muda secara resmi. Jika kita lakukan sendiri, maka kita akan dicurigai. Kita megang pisau dapur saja dicurigai sebagai ISIS,” papar Ustadz Zulkifli Muhammad Ali.
Ia juga menyarankan agar para ulama dipagari dengan bodyguard untuk mengamankan. Jangan sampai mereka berjalan sendiri. Sudah ada ustadz yang kecelakaan dan tidak lama setelah itu ada sms ancaman terhadap ustadz tersebut.
Semua peserta berharap bahwa acara ini tak hanya berhenti di atas meja. Harus ada langkah nyata. “Sudah terlalu sering kita bikin seminar, diskusi dan multaqa’ (pertemuan). Harus ada aksinya. Jangan hanya bicara,” tegas Ustadz Abu Muhammad Jibril yang juga hadir dan menjadi pemateri di acara ini.
Semoga harapan itu menjadi nyata. Setidaknya ini terlihat dari hasil multaqa. Setelah rapat marathon selama dua hari, terbentuklah beberapa komisi. Antara lain: Komisi anti Syi'ah yang khusus mencari solusi menghadapi aliran sesat sempalan ini. Juga ada Komisi Pendidikan yang membicarakan bagaimana mencari format pendidikan yang bisa menerapkan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan Al-Qur'an & As-Sunnah. Seperti disampaikan KH. Chalil Ridwan,Lc dari Komisi Seni dan Budaya MUI Pusat bahwa selama ini pendidikan hanya terjebak pada pusaran keilmuan. “Kita hanya asyik belajar, mengejar, kuliah lagi dan meninggal. Kita belum sempat mengamalkan ilmu. Baru sempat mengajar,” ujarnya membandingkan dengan kondisi para shahabat Nabi dulu yang punya ilmu tapi juga berjihad. Atau para ulama dulu yang punya ilmu tapi juga menulis puluhan buku.
Di akhir acara, tim formatur yang di pimpin Ustadz DR.Muhammad Zaitun Rasmin,Lc.MA dari beberapa komisi membentuk sebuah forum yang diberi nama FORUM SERUAN AL-HAQ. Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi diamanahi sebagai Ketua dan Ustadz Hepi Andi Bastoni,MA sebagai Sekjend. Dalam waktu dekat, insya' Allah forum ini akan bergerak bersama secara aplikatif dengan elemen umat lainnya. Bersatu menyelamatkan umat dari ancaman Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah, aliran sesat sempalan yang di impor dari Iran.


Sameeh Media 09.40 



DINews | Tanpa mengurangi duka dan simpati kita untuk membantu korban gempa di Nepal, sudah seharusnya kita mengambil ibroh pelajaran dari setiap peristiwa.


DIBALIK GEMPA NEPAL


Beberapa waktu lalu sebelum terjadinya gempa, di Nepal diadakan upacara pembantaian hewan terbesar di dunia dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa mereka.
Jutaan pemeluk agama Hindu berduyun-duyun mendatangi lokasi upacara yang digelar tiap lima tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India. 

Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembunuhan di upacara keagamaan Nepal. Kerbau, burung, dan kambing dikorbankan untuk menyenangkan dewa-dewa Hindu.

Festival tersebut diakhiri dengan ritual membunuh 5.000 kerbau di sebuah lapangan dekat kuil tersebut. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari. Hewan-hewan tersebut dibunuh tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan sesajen bagi dewa-dewa mereka.


Namun kenyataannya apa yang dilakukan oleh mereka malah mengundang bencana bagi mereka. Mereka mengira perbuatannya bisa membuat dewa-dewa mereka senang, tapi justru sebaliknya, Allah menurunkan bencana berupa gempa yang menelan ribuan korban jiwa.


Ketahuilah bahwa menyembelih sesuatu untuk selain Allah adalah termasuk perkara kesyirikan. Apa yg telah mereka lakukan sama halnya dengan apa yg dilakukan oleh orang2 di zaman Jahiliyah dulu. Mereka menyembah tuhan2 selain Allah dan menyembelih kepada selain Allah. Allah murka atas apa yg telah mereka lakukan, dan menurunkan bencana untuk mereka. Allah Ta’ala berfirman :
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ



“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al An’am:162)



Makna “nusuk” adalah sembelihan atau kurban, yaitu melakukan taqarrub (pendekatkan diri) dengan cara mengalirkan darah. Dalam ayat ini Allah mneybutkan bahwa sholat dan menyembelih adalah termasuk ibadah sehingga harus ditujukan kepada Allah semata. (Lihat At-Tamhiid li Syarhi Kitabi at Tauhiid, 143, Syaikh Shalih Alu Syaikh).



(M) duniaislamnews.wordpress.com, 30 April 2015 • by Hamba Allah. •
*** 
Korban Jiwa Gempa Nepal Capai 5.489 Orang
Kamis, 30 April 2015 16:58



SERAMBINEWS.COM - Jumlah korban jiwa akibat gempa kuat yang mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4) naik menjadi 5.489 dan korban cedera mencapai 10.965 orang, kata Kementerian Dalam Negeri pada Kamis.



Sindhupalchowk adalah distrik yang paling parah dilanda gempa dengan 1.587 korban jiwa setelah gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4), kata Pusat Operasi Darurat Nasional di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Sebanyak 134.864 rumah hancur dan 92.971 rusak, kata Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip Xinhua. (Uu.C003)