![]() |
| Koin 1 sen dan sen , pada tahun 1951, 1952 dan 1954 |
![]() |
| Koin 50 sen tahun 1952, Bertuliskan aksara Arab Dipanegara |
![]() |
| Koin 1 Sen tahun 1936 Bertuliskan Aksara Arab |
![]() |
| Koin 1 Sen tahun 1857 |
Mari berfikir waras:
1. Jika saya berfikir seperti "teroris", maka sasaran saya bukanlah pos polisi lalu lintas atau tempat ibadah, namun saya akan menargetkan jokowi atau ahok si penista agama. Tapi si penista tak pernah menjadi sasaran tembak para "teroris", malah pos polisi lalu lintas yang ditargetkan, lucu. :p
2. Jika saya gembong teroris, maka saya akan menyuruh anak buah saya untuk menghabisi jokowi di luar istana, karena seperti yang kita ketahui bahwa pengamanan istana begitu ketat, sampai2 lalat pun tak bisa masuk. Nyuruh naro PANCI di istana, sama dengan nyuruh masuk ke kandang harimau :p
3. Jika saya memang teroris yang tertangkap, tidak mungkin bersedia diliput di media dan membeberkan segala rencana dengan begitu tenangnya seperti si dagelan panci, karena mestinya dia akan dihabisi oleh komplotannya.
Apakah anda berfikir sama seperti saya?
So teroris itu nyata atau fiktif? Hanya orang waras yang tau.
Apakah Seperti ini Cara Kerja si "Nganu" Menghancurkan NKRI. Ayo Kita gagalkan..!!
****
Dukungan Capres-Cawapres. Mulai dari backup media. Belanja suara. Sedot suara pemilih. Eksodus pemilih. Hingga penggelembungan suara di daerah yang minim pengawasan.
KPU-BAWASLU-dibikin MASUK ANGIN hingga Arsenik.
Menang Mudah.
Kabinet dibentuk:
Depdagri: KTP berlaku seumur hidup. Tidak perlu klarifikasi dan sensus ulang. Target utama: China pendatang.
Deplu: Bebas VISA 160 negara. Target utama, mempermudah eksodus China.
BUMN: melelang asset dengan harga murah. Target, investasi hutang dari China.
Kemenperin: Kran kepemilikan pabrik dan investasi dipermurah dan permudah. Target, pekerja China berduyun masuk.
Imigrasi: Permudah masuk pendatang China dengan dalih TURIS.
BPN: Permudah kepemilikan tanah dan properti. Target, China memiliki asset.
Kepolisian: Dibuat Ormas FBI. Fungsinya jadi anjing pengawas lalulintas China pendatang.
GUBERNUR BI: Desain dan format gambar dimiripkan dengan mata uang China.
Penyelundupan NARKOBA. Status LANCAR.
Penyelundupan MANUSIA. Status LANCAR
Apakah ada kemungkinan, penyelundupan Bahan Peledak dan Senjata? Belum ada klarifikasi.
Nganu kerjaannya NGELES.
Ngani kerjaannya TANGKAP PENJARAKAN.
Ngano kerjaannya BIKIN HEBOH SARA.
Nganeu kerjaannya BIKIN sensasi.
2018. Ibu Kota dikuasai.
2019. Pilpres....Kaget. Yang menang si NGANU.
2024 PRIBUMI diusir!
Tentara kelabakan.
Rakyat sipil kelimpungan.
Tulisan ini dianggap HOAX. Fakta lapangan mengklarifikasi, semua terjadi sesuai by design.
Mungkinkan generasi TOLELOT dan TULALIT mampu menghadapi serbuan mereka?
Generasi AlMaidah 54 yang digembleng ulama yang pasti tangguh melawan mereka. Maka, MUI kini dikebiri dan jadi bulan-bulanan.
Sayangnya, kebanyakan rakyat masih menganggap adegan SINETRON picisan!
Argumentasi sederhana ini cukup telak mematahkan fatwa Gus Mus dan Said Aqil Siradj (SAS) terkait larangan sholat Jum’at di jalan. Gus Mus sebut sholat Jum’at di jalan adalah bid’ah besar, sedangkan Said Aqil Siradj sebut tidak sah.
Faktanya, bukan cuma jutaan umat Islam yang tidak mau melaksanakan fatwa Gus Mus dan Said itu, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta jajarannya pun mengabaikan fatwa petinggi organisasi PBNU itu.
Kenapa bisa demikian? Ulasan sederhana dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur KH Ahmad Musta’in Syafi’ie yang berjudul: “DAHSYATNYA ENERGI AL-MAIDAH:51” ini coba menjawabnya.
—
DAHSYATNYA ENERGI AL-MAIDAH:51
Oleh : KH Ahmad Musta’in Syafi’ie
Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur
Sekian lama kiai toleransi sengaja “menyembunyikan-mu”, wahai al-Maidah:51. Ternyata Pemilikmu tersinggung. Lalu, dengan cara-Nya sendiri Dia bertindak. Cukup lidah Ahok diplesetkan dan NKRI tersentak menggelegar, menggelepar. Kita petik hikmahnya :
1. Aksi 411 and 212 adlh bukti bhw Allah SWT itu ada dan kehendakNya tdk bisa dibendung oleh siapapun. Pemerintah trpaksa harus mengalah, pdhal sblumnya Jokowi sdh pamer militer. Kini aksi diarahkan menjadi doa. Ternyata malah punya daya tarik yg luar biasa. Sluruh negeri menyambut dg nama berbeda, aksi Nusantara Bersatu, istighatsah militer dll.
Negara jg trpaksa mengeluarkan dana sangt besar utk menfasilitasi aksi 212. Aparat di jalanan trpaksa harus menyesuaikan diri dg menggunakan simbol-simbol islam. Polisi pakai surban putih, membuat tim khusus bernama ASMAUL HUSNA, polwan serentak berjilbab, Habib papan atas memimpin istighatsah pakai ikat merah-putih melilit kepala. Lucu (?). Mungkin Tuhan sdng menjewer telinga kita, agar slalu “putih” dlm mengemban amanat.
2. Mestinya penguasa dan para cukong sadar, bhw negeri ini lebih didirikan oleh teriak “Allah Akbar” ketimbang “Haliluya”. Umat islam yg selama ini diam, kini sbgian kecil berani menunjukkan jati dirinya scra alamiah dan sangat militan. Inilah yg disebut “silent majority”. Maka jangan coba-coba mengusik “air tenang” jika tidak ingin hanyut.
3. Aksi ini sungguh peringatan, bahwa : tasamuh, tawazun, tawassut yg dislogankan NU itu perlu ditinjau kembali. Bukan pada konsepnya, tapi praktiknya. Di samping ada batasan, wajib apa pengawalan yg tegas dan bijak. Sadarlah, betapa kaum Nahdliyin diam-diam mengapresiasi aksi ini secara suka rela. Artinya, mereka sdh mulai tdk sudi dan meninggalkan gaya PBNU yg tk jelas. Sok toleransi, tapi tak ada aksi. Berdalih” RAHMATAN LIL ‘ALAMIN” tapi sejatinya “ADL’AFUL IMAN”.
Dialah Rasulullah SAW, saat pribadinya disakiti, memaaf. Jika agama dinista, beliau marah besar. Bbrpa suku dan pribadi dikutuk dan dilaknat. Mukmin beneran itu tegas-keras kepada kafir, berkasih sayang sesama mukmin, ” asyidda’ ‘ala al-kuffar, ruhama’ bainahum” (Al-Fath:29). Tapi sebagian oknum PBNU, kiai toleransi, kiai seni sekarang cenderung sebaliknya, “asyidda’ ‘ala al-mukminin, ruhama’ bain al-kuffar”. (?)
4. Gus Mus yg membid’ahkan shalat jum’ah di jalan raya dan kiai Sa’id yg menghukumi tdk sah skrang diam soal shalat jum’ah di Silang Monas. Wonten punopo kiai?. Begitulah bila fatwa beraroma dan tendensius, hanya melihat illat hukum secara pendek dan sesaat. Terlalu naif menggunakan ikhtifah fiqih utk kepentingan politik.
Benar, jika itu mengganggu lalu lintas. Tapi hanya sebentar dan hanya pengguna jalan yg ketepatan lewat. Stelahnya, ada maslahah sangat besar bagi umat islam pd umumnya. Maslahah inilah yg tdk beliau lihat. Lagian, tradisi kita sdh biasa menutup jalan utk majlis dzikir, istighatsah, trmasuk haul Gus Dur di pesantren Tebuireng.
Gus Mus pernah mencak-mencak saat amaliah kaum Nahdliyin dibid’ahkan, tapi sekarang ganti membid’ahkan sesama muslim, “bid’ah besar”. Ternyata, amunisi bid’ah yg ditembakkan Gus Mus ini lbh besar dibanding bid’ah yg ditembakkan nonnahdliyin.
Skedar mmbaca sejarah, bhw zaman Umar ibn al-Khattab, tentara islam shalat jum’ah di jalan sblum menaklukkan negeri futuhat. Sultan Muhammad al-Fatih shalat jum’ah di sepanjang pantai Marmara sebelum menjebol benteng Konstatinopel. Inilah awal khilafah Utsmniyah berdiri. Sekali lagi, orang ‘alim mesti melihat sisi maslahah jauh ke depan ketimbang illat “bid’ah” sesaat.
Mengagumkan, fatwa dan puisi Gus Mus begitu manusiawi, tawadlu’, filosufis dan sufistik sehingga mengesankan derajat beliau telah mencapai hakekat keagamaan. Tiba-tiba tega merendahkan ilmu kiai-kiai MUI dengan mengatakan ilmu Syafi’i Ma’arif lebih tinggi. Sungguh membuat penulis tercengang. Ya. karena pernah kuliah di Jogya dan sedikit tahu.
Merendahkan ilmu kiai-kiai MUI sama saja dg merendahkan ilmu ketua Syuriah NU, KH. Ma’ruf Amin. Begitu cerdiknya Gus Mus, “sekali dayung dua kepala kena pentung”. Penulis membatin, ” kok bisa, sekelas ketua Syuriah NU tega merendahkan sesama ketua Syuriah. Ini fenomena apa?”. Hadana Allah. Terpujilah kiai Makruf tdk meladeni. Meski demikian, akan lebih elegan bila kiai Ma’ruf Amin tdk merangkap jabatan. Mohon maaf kiai.
Kalau ada orang muslim dukung ahox karena katanya ahox bisa membangun.
maka sampaikanlah pada dia bahwa *firaun bisa membangun mesir menjadi negara gemerlap*, penduduknya hidup makmur tapi fir'aun menistakan Agama Allah, maka Allah hancurkan dia*
Kalau ada orang Muslim dukung ahox karena katanya ahox bisa membuat Jakarta menjadi modern.
maka sampaikanlah pada dia bahwa *namrud bisa membangun Messopotamia menjadi negara yang moderen, bangunan menjulang ke atas dengan teknologi canggih saat itu.
Hanya namrud menistakan Allah, maka Allah hancurkan dia.
Kalau ada orang Muslim dukung ahox karena katanya ahox bisa menjadikan hidup makmur,
maka sampaikanlah pada dia bahwa Bangsa saba' bisa membangun negerinya menjadi negara yang makmur, bebas korupsi*
*Dan kaum saba' menistakan Agama Allah, maka Allah hancurkan mereka..*
Percayalah orang yang selalu bersama Allah tidak akan pernah kehilangan apa apa,tapi orang yang kehilangan Allah maka ia akan kehilangan segalanya.
Saya tidak benci dengan orang non muslim dan etnis china, tapi Allah dengan firmanNya melarang saya untuk memilihnya sebagai pemimpin apalagi jika mereka berani menista agama kami.
Saya tidak ingin berdebat dengan Anda yang mendukung mereka, apalagi jika Anda yang orang islam.
Bagaimana saya bisa meyakinkan Anda, sedangkan Firman Allah saja anda tidak yakini dan Anda abaikan.
*Aa Gym




