+10 344 123 64 77

Dulu, Pembantaian Kristen Atas Muslim di Maluku Juga Dianggap Hoax
*****

Copas..
*5000 Pucuk Senjata dan Kilas Balik Genocide Muslim Maluku...*

_Untuk Kewaspadaan Ummat Islam NKRI..._

Semakin Nyatanya Kebangkitan PKI Disusul Berita Import 5000 Pucuk Senjata Ilegal Sebagaimana Disampaikan Panglima TNI Bapak Gatot N, Membuat Kami Terkenang Kembali Genocide Muslim Maluku Yang Dimulai Awal Tahun 2000 Lalu.

Sebelum Meletusnya Pembantaian Yang Dilakukan Kelompok Minoritas (Salibis) Terhadap Kelompok Mayoritas (Muslim), Kami Ummat Islam Saat Itu Sudah Diingatkan Oleh Bpk Kastor (Kol Purn Rustam Kastor, Ex Danrem Maluku)...

Bahwa Beliau Mencium Gelagat Yang Tidak Baik Dari Kelompok Minoritas Salibis... Beliau Mengetahui Adanya Pergerakan Pengiriman SENJATA Yang Diangkut Menggunakan Banyak Truk...

Menurut Beliau Itu Adalah Distribusi Senjata Tajam (Parang, Pedang, Tombak dan Panah).  Dari Arah Tujuan Truk, Bpk Kastor Menganalisa Itu Distrubusi Senjata Yang Menurut Instingnya Akan Dipergunakan Untuk Menganiaya/Membantai Muslim.

Tapi Ummat Islam Saat Itu Abai Terhadap "Warning" Yang Disampaikan oleh Bapak Kol Purn Kastor Tersebut...

Saat Itu Kami Berfikir "Tidak Mungkin Mereka Salibis Sebagai Minoritas, Berani Kepada Kami Yang Mayoritas"... Selain Itu Jargon "Pela Gandong" Telah Membuat Kami Terbuai Atau Lebih Tepatnya TERTIPU...

Hingga Terjadilah Penyerangan Pertama Yang Dilakukan Kelompok Merah (Massa Gereja :Salibis, RMS dan PKI), Yaitu Penyerangan Terhadap Desa "Bak Air", Disaat Warga Tengah Berhari Raya Idul Fitri 1421 H (1999)...

Namun Saat Itu Ummat Islam Berhasil Ditipu Dengan Menghembuskan Informasi Bahwa Itu Hanya Pertikaian Antar Etnis Yakni Terhadap Etnis BBM (Buton, Bugis, Makasar).  Belakangan Kami Baru Sadar, Ini Adalah Uji Coba Mereka Untuk Mengetahui Kesiapan Kami....

Sejak Itu, Pembantaian Terus Terjadi Hampir di Seluruh Maluku.

Bila Belakangan Ini Banyak Beredar Foto dan Video Kebiadaban Aparat Myanmar Terhadap Muslim di Sana, Itulah Yang Kami Alami Dahulu...
Mereka Sadis dan Biadab Persis Yang Dipertontonkan Dalam Foto dan Video Myanmar...

Bila di Myanmar Muslim Dibantai Oleh Bhiksu dan Aparat, Kami Dibantai Kelompok Merah dan Aparat...

Pang Dam Max Tamaella Saat Itu Mengerahkan Aparat (Non Muslim) Untuk Membantai Ummat Islam, Bahkan Kelompok Merah Peroleh Senjata Api Pula Selain Gunakan Senjata Tajam Yang Sudah Mereka Buat dan Siapkan...

Bersyukur ALLAH SWT Kirimkan Para Malaikat Membantu Perjuangan/JIHAD Kami... Bersama *_LASKAR JIHAD_* Yang Dari Jawa, Kami Berjuang Hingga Genocide Berhasil Dihentikan...

Untuk Saudaraku Muslim SeNKRI, Jangan Pernah Berpikir Minoritas Non Muslim China Yang Notabene Komunis (PKI) Tidak Akan Mungkin Melakukan Pembantaian Terhadap Kita Semua, Terlebih Saat Ini Mereka Telah Kuasai Polri...

5000 Pucuk Senjata Import Itu Adalah *"EARLY WARNING"* Untuk Kita Semua...

Sebagaimana _Early Warning_ (Peringatan Dini) Yang Disampaikan Oleh Bapak Kol Purn Kastor Ex Danrem Maluku Dahulu Kepada Kami...

Jangan Ulangi Kesalahan Kami Muslim Maluku Yang Abai Di Masa Lalu...

Jangan Abaikan Sinyal Dari Bapak Panglima TNI Tersebut...

5000 Senjata Itu Yang Berhasil Terdeteksi TNI....
Entah Berapa Puluh Ribu Pucuk Yang Sudah Masuk Ke Tanah Air dan Tidak Terdeteksi TNI, Karena Mereka PKI Sangat Mungkin Datangkan Senjata Melalui Pelabuhan dan Darmaga Milik Pengusaha Pengusaha Cina Yang Bea Cukaipun Tidak Diberi Akses Masuk Untuk Periksa...

WASPADALAH Saudara Muslimku SeNKRI....
Bersiagalah...Karena, Mereka Telah Bersiap Lakukan Genocide Terhadap Muslim Sebagai Ahli Waris NKRI...

*#_Aliansi Laskar Muslim_...*
*#Selamatkan NKRI*

MEIKARTA = REKLAMASI ?

1. Nama : Kota Meikarta

2. Pemilik : Lippo Group

3. Direncanakan mulai tahun 2014

4. Letak : Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Jalur lintasan Kereta Api cepat Jakarta Bandung.

5. Luas wilayah : 2.200Ha/22 juta m2

6. Perumahan : 400 ribu Unit

7. Kapasitas penghuni tetap : 2 juta jiwa

8. Harga hunian : Minimal 400 juta/Unit

9. Siap huni : Mulai tahun 2018

10. Harga tanah : Rp. 12,5 juta/m2

11. Gedung pencakar langit : 100 Unit

12. Fasilitas : 7 pusat perbelanjaan, rumah sakit Internasional, pusat keuangan Internasional, 10 hotel Internasional berbintang lima, Perpustakaan Nasional, opera theatre and art centre, 100 SD Internasional dan Sekolah Nasional plus, serta 50 SMP, SMA Nasional, dan Internasional.

~~~Saya baru pertama kali baca berita Kota Meikarta. Kesan pertama begitu kagum terhadap kemegahannya. Kendati demikian, dibalik kemegahan itu terbersit rasa khawatir terhadap kemungkinan Kota ini jadi sarana eksodus besar-besaran pendatang asing ke negeri ini yang berujung pada Ekspansi maupun Kolonisasi baru. "Mirip-mirip Reklamasi ?".

~~~Mencermati data diatas, Saya kurang yakin bahwa hunian di Kota baru tersebut terjangkau masyarakat ekonomi menengah kebawah. Apalagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan bahkan mocok-mocok atau kerja serabutan ?.

~~~Untuk mengisi 2 juta penduduk dalam Kota baru itu, sepertinya sulit tercapai bila hanya melalui proses konvensional maupun dari pintu ke pintu. Apabila dipasarkan hanya melalui proses konvensional, kemungkinan besar hingga 20 tahun kedepan 400 ribu hunian yang ada belum tentu akan terjual. Hal itu akan merugikan pengusaha yang menggelontorkan dana sejumlah 278 Triliun ditambah biaya pembebasan lahan 2.200 Ha.

~~~Bila boleh berasumsi, untuk mengisi penduduk Kota Meikarta yang ditargetkan berjumlah 2 juta jiwa pada tahap awal, logisnya harus dengan cara terorganisir. (ingat wacana Dwi Kewarganegaraan yang lagi promosi dan UU yang memperbolehkan asing memiliki Property di Indonesia).

~~~Disisi lain, bila kita kaitkan dengan proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang dimulai dengan kontroversi tarik menarik kepentingan (Meikarta lintasan Kereta Api cepat). Sungguh sangat menyedihkan bila kita berpikir kebelakang terkait pembiayaan Proyek Kereta Api Cepat yang menggunakan dana Pinjaman dari Bank CDB RRC.

~~~Negara minjam uang dari RRC untuk membangun Kereta Api Cepat yang konon menurut beberapa ahli urgensinya layak dipertanyakan karena telah memiliki 2 ruas Tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Negara terbebani mencicil hutang serta bunganya hingga harus tega mencabut subsidi dan menaikkan pungutan pajak dari rakyatnya. Belakangan baru terungkap bahwa jalur Kereta Api cepat itu akan masuk ke Kota Meikarta milik Taipan asing.

~~~Saat ini kita hanya dapat menopang dagu sambil bergumam dalam hati. " Alangkah sedihnya kita pewaris bumi pertiwi ini hanya dapat menonton tanpa berdaya menyaksikan pengusaha membangun kota baru milik pribadi seperti membangun di wilayah tak bertuan ?". Menurut hemat Saya, " sepertinya mereka telah mendirikan Negara dalam Negara".

~~~Perijinan belum terbit, tetapi sudah di pasarkan. Jangan katakan "rampok", karena itu tidak baik.

Note :

1. Repost tulisan Norman Sidabutar Tgl 9 Juli 2017.

2. Di like 2,7 ribu, di share 5.047 kali.

3. Telah menerima pengakuan dari beberapa orang pekerja bagian pemasaran Kota Meikarta, bahwa tulisan ini banyak berpengaruh menyadarkan calon pembeli.

4. Bila anda masih perduli terhadap masa depan Bangsa dan Negara, tolong bantu viralkan Kota Meikarta berdasar fakta-fakta.