+10 344 123 64 77

Aku melihat manusia, tapi tanpa hati. menerjang membungkus teror dengan slogan anti teror.

Aku melihat manusia, tapi tanpa hati.
Menjadi binatang di hadapan manusia beradab, menjadi teroris di hadapan teroris.

Aku melihat manusia, tapi tanpa akal.
Berteriak teroris padahal teroris, berpikir anti teror tapi menebar teror.

Aku melihat manusia, tapi tanpa nyali.
Menista dan menghilangkan nyawa guru ngaji, tapi menjadi banci tak kunjung hengkang ke belantara papua.

Aku melihat manusia, tapi tanpa kehormatan.
Menjadi sekumpulan teror resmi yang di persenjatai.

Aku melihat manusia, tapi aku ragu apa mereka benar2 manusia...

I see humans, but no humanity...

Saat ini masyarakat dicekoki dengan sistem ribawi yang salah satunya melalui penjualan barang cara kredit. Jika ingin membeli motor misalnya, dimana-mana hadir perusahaan leasing yang menawarkan kredit dengan biaya muka yang murah. Akhirnya, banyak orang yang mengikuti sistem ribawi tersebut, demi mendapatkan kendaraan yang diinginkannya.

Ekonom Dr. Ichsanuddin Noorsy punya cara menanggani hal tersebut. Yaitu dengan cara kekeluargaan, mengaplikasikan sikap tolong menolong dalam keluarga.

"Keluarga saya juga butuh kendaraan, tapi tidak ada satupun yang kredit motor atau mobil. Keluarga saya ada 59 KK, saya bisa kelola, saya bilang ke mereka yang mau beli barang agar belinya tunai, kalau tidak ada uang kita atur dalam keluarga," ujarnya saat berbincang dengan Suara Islam Online di kediamannya di Jakarta, Rabu (2/3) lalu.

Ia mencontohkan lainnya, saat ada keluarga yang mau beli rumah. "Kita tanya ada uang berapa, kalau kurang kita bantu bayarkan dulu, sisanya nanti diatur di keluarga, jadi dia gak kena riba," kata Noorsy.

Selain keluarga, cara tersebut ia terapkan juga dalam komunitas usahanya.

Sebagai muslim yang ajarannya sempurna, menurutnya, jangan sampai terbawa arus sistem yang tidak diridhai Allah SWT. "Anda tidak boleh jadi budak kapitalis dan tidak boleh jadi budak sosialis, anda harus menjadi sosok yang rahmatan lil alamin," tandasnya.

red: adhila