+10 344 123 64 77

Seorang wanita gaul bertanya pada Mukidi yang sdh soleh:

Wanita: "Kenapa sih kamu nggak mau bersentuhan tangan denganku? Emangnya aku ini hina ya?"

Mukidi: "Bukan begitu Mba, Justru saya lakukan itu karena saya sangat menghargai Mba sebagai seorang wanita"

Wanita: "Maksudmu?"

Mukidi : "Coba saya tanya sama Mba, apakah boleh seorang rakyat jelata menyentuh tangan putri keraton yang dimuliakan?"

Wanita: (Sambil mengernyitkan dahi) "T..Tentu gak boleh sembarangan dong!"

Mukidi : "Nah, Islam mengajarkan bagaimana kami menghormati semua wanita layaknya ratu yang ceritakan tadi. Hanya pangeran saja yang layak menyentuh tuan putri".

Wanita: (Sambil agak malu) "Oh.. Terus kenapa sih mesti pakai menutup tubuh segala, pake kerudung lagi, jadi gak keliatan seksinya"

MUKIDI : (Membuka sebuah rambutan, lalu memakannya sebagian. Dan mengambil sebuah lagi sambil menyodorkan 2 buah rambutan itu pada wanita tersebut) "Kalau Mba harus memilih, pilih rambutan yang sudah saya makan atau yang masih belum terbuka"

Wanita: (Sambil keheranan dan sedikit merasa jijik) "Hi.. Ya saya pilih yang masih utuh lah, mana mau saya makan bekas Mas".

Mukidi : (Sambil tersenyum) "Tepat sekali, semua orang pasti memilih yang utuh, bersih, terjaga begitu juga dengan wanita. Islam mensyariatkan wanita untuk berhijab dan menutup aurat semata-mata untuk kemuliaan wanita juga".

Wanita: "Terimakasih ya, aku semakin yakin untuk berhijab dan menutup aurat, Islam memang sangat memuliakan wanita.
Subhanallah. Ngomong-ngomong Mas Mukidi sudah punya pacar belum?"

Mukidi: "Mmm.. Saya belum punya dan bertekad tidak akan punya pacar."

Wanita : (Kebingungan) "Loh, kenapa? Bukannya semua muda-mudi sekarang punya temen istimewa"

Mukidi: "Begini Mba, kira-kira kalau Mba diberi hadiah handphone, ingin yang bekas atau yang masih baru??"

Wanita: "Ya jelas yang baru lah"

Mukidi: "Kalau suatu saat Mba menikah, mau pakai baju loakan yang harganya Rp.50.000/3 potong atau gaun istimewa yang harganya Rp.20 juta keatas"

Wanita: "Ih.. Mas ini. Ya pasti saya pilih gaun istimewa, mana mau saya pakai baju loakan, udah bekas dipegang orang, gak steril lagi. hi..."

Mukidi: "Nah, begitu juga Islam memandang pacaran Mba. Kami, diajarkan untuk menjunjung ikatan suci bernama pernikahan. menjadi pasangan yang saling mencintai karenaNya. Yang menjaga kesucian dan kehormatan dirinya sebelum akad suci itu terucap. Karena kami hanya ingin mempersembahkanyang terbaik untuk pasangan kami kelak"

Wanita: (Hatinya berdebar-debar tak menentu, kata-kata pemuda tadi menjadi embun bagi hatinya yang selama ini hampa. Matanya pun menetes) "Mas, aku semakin merasa banyak dosa. Masihkah ada pintu taubat untukku dengan semua yang sudah aku lakukan?"

Mukidi : (Matanya berbinar, perkataannya berat) "Mba, jikalah diibaratkan seorang musafir kehilangan unta beserta makanan dan minumannya di gurun pasir yang tandus. Maka kebahagiaan Allah menerima taubat hambanya lebih besar dari kebahagiaan musafir yang menemukan untanya kembali. Kalaulah kita datang dengan membawa dosa seluas langit, Allah akan mendatangi kita dengan ampunan sebesar itu juga. Subhanallah".

Wanita: (Berderai air matanya, segera ia usap dengan tisunya) "Terimakasih Mas Mukidi, saya banyak mendapatkan pencerahan hidup. Semoga saya bisa berubah lebih baik”

Mukidi: “Aamiin YRA"

Suatu malam perut saya keroncongan, kalo gak di isi mata gak bisa merem...
Mau keluar tengah malam seremm...
.
Blum lagi berapa uang bensin buat muter-muter cari makan tengah malam, akhirnya pegang HP tinggal order Go Food pake Gojek, sambil tiduran eh..30 menit kemudian makanan datang, bayar ongkir cuma 9 rb itu dari wonokromo ke rumah saya di aloha, gk perlu keluar..gk perlu antri..gk perlu resiko di jalan..gk perlu muter-muter abisin bensin..NIKMAT kan??

Tapi apa anda tahu di balik itu..??

Kebetulan outlet saya MartabakHawaii Sidoarjo (partner gojek), saat melayani mereka, kadang banyak cerita yang bikin hati nelangsa

Saat order sesuatu, anda tinggal pencet Hp lalu yang anda lakukan adalah menunggu dengan aktifitas anda...bekerja, santai dsb..

Saat itu pasukan gojek muluncur ke tempat yang anda minta, mereka order makanan yang tak ia makan... kadang antri bejubel dengan pembeli lain dengan perasaan was was, karena klo kelamaan customer bisa tekan tombol 'cancel'.. maka sia-sia lah perjuangannya, setelah orderan ready mereka menalangi dengan uang pribadi pesanan anda, lalu berangkat entah itu ada resiko apa di jalan, mencari alamat yang kadang harus kesasar gak karuan.. blum lagi kadang customer komplain sudah gk sabar nunggu orderannya

Semalam, mata sampai berkaca kaca..
Jam 10 malam habis hujan deres..sederesnya, sudah mau pulang dari toko, ada karyawan saya

memanggil...

"Mbak ada gojek... mau nanya.."

Saya heran kenapa nanya aja kok mesti manggil saya..

Saya temui seorang gojek pakai mantel plastik kedinginan efek kehujanan.. membawa kotak kemasan berbungkus plastik yang sebagian sudah penyek dan basah...

Saya: "kenapa pak.."
Gojek: "maaf mbk.. bolehkan saya mengembalikan orderan ini..? Saya minta tolong, soalnya tadi saya pake uang saya pribadi dan customer nya gk mau nerima"

Saya: "lho kenapa gk mau nerima pak? Memangnya kirim kemana?"
Gojek: "Driyorejo gresik mbak... katanya kelamaan coz tadi saya berteduh dulu kehujanan.. jadi customer nya gak mau nerima.."

Hati menangis...

Saat anda order, gojek menalangainya dengan uang pribadinya.. kemudian anda menggantinya saat serah terima orderan.. Kalo customer gak mau nerima.. siapa yg ganti uangnya?
Siapa yang bayar ongkos bensinnya?

Padahal mereka sudah menngantrikan, menalangi pembayaran, mengantarkan ke alamt, keluar tenaga dan bensin.. belum resiko yang di tanggung di jalan..

Saya lihat orderannya seharga 24.000 rb saja.. bagi kita mngkin gak seberapa.. tapi bagi mereka itu adalah MODAL.

Toko saya daerah Taman Geluran dan saya tahu kalo ke Driyorejo Gresik itu jauh...

Driver Gojek juga manusia.. mereka melayani kita untuk cari nafkah anak istri, memudahkan kita.. maka bersabarlah saat mereka terlambat.. karena biar panas mereka tetap Go.. ada kalanya hujan berteduh sejenak.. Jadi kita yang menunggu mohon lapangkan hati untuk bersabar.. karena kita tidak tahu apa yang terjadi di jalan...

PEMBELI ADALAH RAJA.. alangkah eloknya kita menjadi raja yg bijak
___
*dari fb MartabakHawaii Sidoarjo