Saya memang hanya bisa menyesali semuanya.
• Aww. Munas NU di Kempek Cirebon. Masya Allah. Salib ada di-mana2.
Tiba-tiba, kemarin siang ada forward-an SMS yang masuk ke HP saya, kiriman dari seorang teman yang aktif dalam struktural NU sebagai berikut :
Aww. Munas NU di Kempek Cirebon. Masya Allah. Salib ada di-mana2. Di depan masjid sangat mencolok Posko Kesehatan lengkap dg ambulan salib UKRIDA. Di kamar2 mandi juga banyak salib. Konon KM2 itu dibangun oleh pihak salib. Anehnya Rais Am tetap diam seribu bhs. Pdhal Rapat PBNU tlh menetapkan NU tdk boleh memakai sponsor salib utk kegiatan apa pun. NU mau dikemanakan? Www Ali Mustafa Yaqub.
Secara spontan, SMS itu saya beri komentar ringan : `KEBETULAN PANITIANYA ORANG-ORANG NU NASRANI`, dan saya kirim kepada beberapa tokoh NU yang saya kenal, maka ada beberapa respon SMS yang masuk ke HP saya, antara lain:
BP. SELAMET EFENDI YUSUF : Ha ha ha. Saya ikut salah Kiai, karena saya tdk teliti, tidak tahu ttg itu. Sy justru tahu dari Kiai Ali Mushtofa menjelang pulang ke Jakarta. Astaghfirullah.
SAYA : Pak Nusron Wahid pun semakin `mendewa2kan` teman2nya yg Nasrani dalam banyak statemennya, jadi ada juga GP ANSHOR NASRANI. Pak, sudah demikian parahkah kondisi di tubuh NU saat ini ? Saya mufaraqah dari NU nya Gus Dur dan Said Agil Siraj. Saya lebih memilih NU nya KH. Hasyim Asy`ari.
http://www.nahimunkar.com/munas-nu-kempek-2012/
MUNAS NU KEMPEK 2012
Luthfi Bashori Aww. Munas NU di Kempek Cirebon. Masya Allah. Salib ada di-mana2….
NAHIMUNKAR.COM
Ibnu Dawam Aziz: Bagaimana saya tidak bersedih, organisasi Islam terbesar di Negeri ini (NU) yang dulu dengan gigih memperjuangan syariat Islam untuk membangun peradaban Islam, sekarang sudah takut menjadi orang Islam. Bahkan berbicara tentang Islam pun sudah tidak berani.
Mengapa dinamakan GP. ANSOR yang diharapkan mampu mereprsentasikan Kaum Ansor di Madinah yang menjadi tulang punggung kaum Muhajirin, kini justru berbicara untuk kepentingan Islam pun tidak berani.
o
Komentar: Yang paling mencengangkan justru, bagaimana orang sesat seperti Said Agiel Siradj bisa menjadi Ketua Umum PB NU dan memimpin tujuh puluh juta muslimin dari kalangan Ahlussunnah wal-jamaah (ASWAJA) ?, kata Ust Yusuf Usman Baisa.
http://www.nahimunkar.com/said-agiel-siradj-tokoh-sesat…/
Said Agiel Siradj Tokoh Sesat Wihdatul-Wujud
Yang paling mencengangkan justru, bagaimana…
NAHIMUNKAR.COM
Ibnu Dawam Aziz: NU dan Muhammadiyah, memang merupakan sasaran yang digarap extra intensif dalam Program Kristenisasi Pater Beek, melalui de Islamisasinya Ali Moertopo, kebetulan saya secara tidak sengaja mendapat kesempatan untuk membaca tuntas dokumen Gereja/CSIS yang memadukan de Islamisasi dengan Kristenisasi. Semula saya anggap berita bohong, tapi 20 tahun kemudian, apa yang saya baca waktu 20 tahun yang lalu terbukti. Kiranya Allah pernah menuntun saya untuk tersesat bertemu dengan salah seorang aktifis Neo Pantekosta, saat saya bertandang urusan bisnis ke teman saya yang pendeta. Pada saat teman saya ke Bank meninggalkan saya sendiri dirumahnya, datanglah kakak ipar pendeta teman saya yang dia adalah aktivis Neo Pantekosta sebetulnya saya belum mengenal dia dan dia juga belum mengenal saya. Tapi karena dia menganggap saya bagian dari mereka, dan pada umumnya manusia dia ingin menunjukkan bahwa dia banyak tahu masalah, maka dia beberkan apa yang dia lakukan dengan bangga, setelah saya korek ternyata Dokumen yang saya baca 20 tahun yang lalu telah berhasil. NU , Muhammadiyah dan IAIN dulu/ sekarang UIN adalah sasaran prioritas de Islamisasi. Islam Liberal itu berangkat dari IAIN dengan basis utama jurusan Ushuluddin.
Ibnu Dawam Aziz: Kalau saya beberkan bagaimana point-point yang saya baca dari Dokumen CSIS saat itu ( Th. 70 an ) berkaitan dengan kritenisasi./de Islamisasi.
Point pertama dikatakan >Umat Islam adalah sebuah kekuatan yang tidak mungkin dilawan secara terang-terangan, akan tetapi hanya bisa dibenturkan dengan kekuatan Islam sendiri.
Point ke dua .> Kuasai Organisasi Islam terbesar di Indonesia..
Ponit ke tiga > kelemahan Organisasi Islam adalah dalam hal financial. Meng intervensi organisasi Islam secara langsung juga tidak mungkin, akan tetapi menguasai personil pengurus Organisasi Islam melalui terobosan financial adalah pintu masuknya. dan banyak lagi langkah-langkah yang harus dilakukan termasuk harus menguasai pusat Kaderisasi Islam, saat itu yang ada dalam agenda yang tertulis dengan jelas adalah kuasai IAIN dan penghapusan PGAN.
•
o
Ibnu Dawam Aziz: Point pertama sudah ada diambang mata. Umat Islam harus dibenturkan sesama Islam.
http://www.nahimunkar.com/ngawurnya-a-mustofa-bisri/
NAHIMUNKAR.COM
Ibnu Dawam Aziz: Prihatin , ternyata bukan hanya Ulil Abshar.
MENGHUJAT PERANG PADERI IMAM BONJOL
-Savic Ali membela Ahmadiyah dan gereja gereja liar: lsilahkan cek disini untuk melihat : http://islami.co/feature/175/8/anak-kandung-pluralisme.html
-Memuat artikel yang mengatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim Gresik bukan bagian dari wali songo, tetapi sebaliknya mengatakan bahwa syeh siti jenar justru bagian dari walisongo
Tokoh JIL; Zuhairi Misrawi.JAKARTA– Dalam seminar nasional Ahlul Bait Indonesia (ABI) di Gedung Sucofindo Jakarta (08/11/2013), dengan tema “Kepahlawanan dan Nasionalisme Untuk Manusia Indonesia Seutuhnya; Peringatan Hari Pahlawan Nasional dan Asyuro Imam Husein”, Zuhairi Misrawi sebagai salah satu panelis mengeluarkan pernyataan kontroversial.“Orang-orang Israel Yahudi mengambil Mekkah boleh-boleh saja, karena dulu di Mekkah dan Madinah ada banyak gereja dan sinagog,” ujarnya yang kerap melontarkan ide-ide liberal itu.Masih dalam kesempatan yang sama, Zuhairi juga menjelaskan bahwa Husein ra. yang wafat sebagai martir di Karbala adalah wujud amar ma’ruf nahi munkar.Mengutip statement yang disandarkannya pada nabi Muhammad SAW, bahwa perjuangan tertinggi adalah perjuangan melawan nafsu pribadi. Sebab perjuangan melawan musuh di luar Islam sudah selesai.Menutup pembicaraannya, Zuhairi mengatakan dengan gamblang bahwa dirinya dengan Syiah adalah bersaudara.“Saya dengan Syiah ini bersaudara, setiap saya tahlillan saya mendoakan ahlul bait, dan Saya tahlilan ini lima kali sehari,” tutup caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disambut tepuk tangan hadirin.(Islampos/arrahmah.com) Samir MusaSabtu, 5 Muharram 1435 H / 9 November 2013 07:34
Cinta Yahudi dan Syiah?
By: Nandang Burhanudin
****
Saat menjadi dosen di Kolej Islam Muhammadiyah Singapore, saya selalu mengamati tingkah polah orang Melayu dan orang China di sana. Kendati minoritas dan kurang dari 15 % dan menempati posisi terendah dalam segala bidang kehidupan, orang Melayu masih bisa bertengkar satu sama lain dan ribut masalah khilafiyah. Sementara China Singapore yang didatangkan dari China induk, bertingkah superior.
Obrolan yang saya tangkap 3 tahun lalu menjadi kenyataan kini. Jika kita diam, pribumi Indonesia benar-benar akan meratapi nasib seperti Melayu Singapore atau bangsa Arap Palestina. Obrolan itu adalah, seputar target China diaspora di ASEAN yang akan menguasai seluruh negara dan menargetkan jumlah total etnis China 70 juta jiwa dengan kekuatan full di ekonomi dan teknologi.
Nah bila pernyataan Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong, yang menargetkan pertukaran sepuluh juta warga China di Indonesia pada 2020 benar adanya, maka kendati memunculkan kontroversi, rencana itu bisa dipersepsikan sebagai upaya ‘mengimpor’ imigran dari China ke Indonesia. Bila di berita ramainya 10 juta jiwa produktif, maka pada kenyataannya akan lebih dari 2 kali lipat.
Kita paham, Indonesia sangat rapuh dan lemah dalam hal data kependudukan. KTP dan KK mudah dibuat dengan FULUS. Wilayah Indonesia yang luas, sangat sulit dikontrol. Migrasi China bisa via laut atau daratan Indonesia, hingga pulau-pulau terluar. Nah itu dulu. Kini setelah era Jokowi, hal-hal sulit tak lagi perlu terjadi. Jokowi sudah memfasilitasi dan rakyat Indonesia sangat murah hati, mengimpor pekerja-pekerja China dengan triliunan devisa negara yang tak lain pajak rakyat.
Jika saat ini jumlah etnis China 15-20 juta, dipastikan akan melesat tajam di tahun 2020. Dengan kejayaan ekonomi dan uang yang berlimpah, etnis China tak akan terbendung menjajah suku-suku pribumi yang semakin minoritas. Strategi China benar-benar menerapkan strategi Yahudi menyingkirkan rakyat Pribumi Palestina dan strategi Singapore yang menyingkirkan rakyat melayu. Bagi mereka, era Jokowi adalah anugerah setelah era Gus Dur. Namun kebanyakan umat Islam tersihir, hingga tak sadar akan proyek Chinailah Indonesia.
Namun seperti halnya Melayu Singapore, rakyat Indonesia pun sama. Kendati sudah menjadi jongos dan kuli di hadapan China, 50 % rakyat Indonesia masih hobi bertengkar dan saling cakar!
Kehadiran sekitar 6.000 imigran Syiah di seluruh wilayah Indonesia sejak Oktober 2014 lalu memang mengundang banyak pertanyaan. Tapi, apakah sebenarnya yang memicu kecurigaan masyarakat setempat terhadap imigran Syiah?
Selama beberapa hari terakhir, Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menelusuri fakta imigran Syiah di Balikpapan. Patut diakui, ada sejumlah kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan besar. Berikut fakta kejanggalan-kejanggalan imigran Syiah di Balikpapan,
1. Bisa memakai fasilitas penerbangan domestik
IKLAN
Menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid, sejak Bulan Oktober hingga 7 Desember gelombang imigran masuk ke bandara udara Balikpapan lewat satu maskapai penerbangan.
“Itu setiap hari ada, datangnya 4-5 orang tiap hari kecuali tanggal 5 Desember. Sebelumnya juga datang secara bertahap,” ujar Syukri Wahid kepada JITU.
Pertanyaannya adalah, kenapa maskapai penerbangan mengizinkan? Padahal para imigran itu hanya bermodalkan sertifikat UNHCR. Sementara, di sertifikat UNHCR itu tertulis pemegang sertifikat tersebut tidak boleh mendekati area bandara. “Dekat saja tidak boleh kenapa bisa difasilitasi?” tanya Syukri.
2. Mayoritas imigran tersebut berasal dari Afghanistan
UNHCR menyatakan sampai dengan akhir November 2014, ada 6,348 pencari suaka terdaftar di UNHCR Jakarta secara kumulatif.Sebagian besar dari mereka berasal dari Afghanistan (60%), Iran (9%), Somalia (6%) dan Iraq (6%). Tentu ini juga mengundang pertanyaan. Mengapa para imigran dari suku Hazara di Afghanistan itu seperti ‘diarahkan’ ke Indonesia? Siapa yang mengatur kedatangan mereka?
Padahal kita tahu banyak negara lain yang juga tengah dirundung konflik seperti Suriah, Iraq, Libya, Yaman, Pakistan atau Myanmar yang paling dekat. Tapi justru mengapa jumlah pengungsi Afghanistan yang berideologi syiah ini yang mendominasi jumlah pengungsi di Indonesia?
3. Tidak ada identitas
Dari wawancara anggota JITU kepada pihak imigrasi di Balikpapan, memang para imigran syiah tersebut hanya bermodalkan sertifikat pengungsi dari UNHCR untuk bisa masuk ke Indonesia. Mereka sama sekali tidak memiliki paspor, KTP atau penanda identitas lainnya. Bahkan, menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid yang sempat bertanya kepada salah seorang pengungsi Afghan, mereka telah membuat paspor palsu sampai ke Malaysia, tapi kemudian mereka bakar.
Menurut para pengungsi, mereka lari dari Afghanistan menuju Pakistan kemudian menelusuri jalan darat hingga Thailand dan akhirnya Malaysia. Mereka tiba di Malaysia dengan membawa paspor palsu, tapi kemudian mereka bakar ketika akan sudah tiba di Indonesia supaya tidak dikenai delik pemalsuan identitas. “Ketika sudah di Indonesia mereka membakar paspornya. Jadi dia tahu kelemahan kita ini. Tidak seperti di Malaysia yang ketat. kita ini terlalu longgar,” ujar Syukri Wahid.
4. Data pengungsi terkesan direkayasa
Jika dilihat dari penampilan dan perawakan para imigran syiah ini, maka bisa diambil kesimpulan bahwa mereka memang angkatan kerja. Mereka muda, tanpa perempuan dan anak kecil dan fisiknya cukup baik. Tapi setelah kami amati dalam daftar nama para imigran syiah ini banyak dari mereka yang lahir pada tanggal 1 Januari. Terlalu mudah untuk suatu kebetulan.
5. Rudenim baru dibuat langsung overload
Menurut pihak imigrasi Balikpapan, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Lamaru baru diresmikan pada bulan Oktober 2014, dengan dana sepenuhnya ditanggung IOM (International Organization of Migration). Sementara, Australia telah menutup pintu pengungsi dan pencari suaka sejak 1 Juli 2014. Oleh karena itu, para imigran ini berbondong-bondong ke tempat yang ada Rudenimnya, karena di situ mereka berharap didata oleh UNHCR.
“Dengan ditutupnya pintu Australia bagaimanapun caranya bisa sampai gak diproses, terus akhirnya mereka (imigran) mengunjungi tempat-tempat yang ada Rudenimnya berharap bisa masuk ke Rudenim,” ujar Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Lamaru Balikpapan, Edu Andarius Aria saat ditemui di Balikpapan pada Kamis (11/12).
Saat ini, ada sekitar 300 imigran di Balikpapan, sementara kapasitas Rudenim hanya menampung 144 orang.
6. Fasilitas mewah
Dengan bantuan dari sebuah NGO bernama IOM, (International Organization of Migration), para imigran ini betul-betul dibuat nyaman tinggal di Indonesia. Tiap hari, mereka mendapatkan jatah makan catering 3×1 hari, mendapat ruang menonton televisi beragam saluran internasional via TV kabel, fasilitas olahraga yang lengkap, serta rekreasi berenang ke laut setiap pekannya.
Yang lebih gila lagi, pada Hari Imigran Internasional yang jatuh pada 18 Desember, IOM akan mendatangkan hiburan berupa band musik ke dalam Rudenim.
Laporan Fajar Shadiq
(ukasyah/arrahmah.com)
Para imigran gelap syiah mendapatkan fasilitas yang luar biasa mereka mendapat layanan kesehatan rutin dari dokter ahli, bahkan terdapat ruang untuk menonton TV kabel, saluran internasional. Selain itu ada lapangan futsal juga.
lihat beritanya disini
==> http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2014/12/20/35491/inilah-fasilitas-yang-diperoleh-para-imigran-syiah-di-balikpapan.html
==> http://www.syiahindonesia.com/2014/12/balikpapan-dijajak-oleh-imigran-syiah.html
Ini adalah kenyataaan yang mengkhawatirkan , perbedaan yang sangat mencolok terlihat dari keadaan serta fasilitas yang dialami oleh imigran gelap syiah di Balikpapan dan pengungsi rohingya di Aceh.
Kalau dilihat dari badan dan perawakan para imigran syiah ini , sangat jauh berbeda dengan para imigran rohingya, mereka (imigran syiah) hampir sebagian besar berbadan tegap dan hampir semuanya laki-laki yang masih usia produktif. Para imigran syiah ini bahkan hampir setiap hari berolahraga seperti sedang mempersiapkan sesuatu.
Pemerintah dan juga kita masyarakat muslim di Indonesia harusnya lebih waspada terhadap imigran syiah ini, sebab, Kalau salah satu penolakan pengungsi rohingya adalah dikhawatirkan akan terjadi konflik horizontal, banyak bukti justru yang menunjukan bahwa kehadiran syiah di Negara-negara Islam seperti di Suriah, Yaman dll justru hanya untuk membuat makar, kekacauan dan peperangan.
1. Densus 88 disponsori dan dilatih Negara Barat untuk kepentingan Amerika dan Australia dalam memerangi Aktivis Muslim dan Gerakan Islam di Indonesia.
2. Target operasi Densus 88 sebagian besar adalah Ulama dan Aktivis Muslim.
3. Densus 88 mengabaikan asas praduga tak bersalah, Densus 88 sering menembak mati seseorang yang statusnya baru terduga tanpa ada adanya putusan pengadilan. Korban yang ditembak mati Densus 88 meninggal dengan luka tembak yang mengenaskan.
4. Densus 88 sering menembak mati seseorang yang sama sekali tidak terkait dengan kasus terorisme.
5. Densus 88 juga sering salah tangkap seseorang yang akhirnya dipulangkan tanpa ada permintaan maaf, rehabilitasi maupun kompensasi.
6. Sebagian besar tersangka teroris tidak diberikan haknya dalam memilih pengacara oleh Densus 88
7. Dalam kurun waktu 7x24 jam sering terjadi penganiayaan dan tekanan secara fisik dan psikis terhadap tersangka teroris oleh Densus 88 yang mengakibatkan luka ringan, luka berat, luka permanen dan menyebabkan trauma korban.
8. Densus 88 sering melakukan aksi arogansi terhadap keluarga terorisme terlebih kepada anak--anak.
9. Densus 88 sering memperlambat pemulangan jenazah yang statusnya baru terduga terorisme. Sehingga pemakaman jenazah yang semestinya menurut hukum agama Islam disegerakan menjadi tertunda.
10. Densus 88 diskriminatif, kasus penembakan di Papua yang mengakibatkan meninggalnya anggota TNI/Polri justru tidak bertindak.
11. Oknum Densus yang merusak, membunuh, memenyiksa dan menganiaya terduga teroris belum pernah diadili di pengadilan umum
Dalam SEJARAH dunia, Banyak Manusia yang Tidak Berdosa telah menjadi Korban Pembunuhan secara BRUTAL, Diantaranya Oleh :
1) "Hitler"
Apakah Anda tahu siapa dia ?!!
Dia adalah seorang Kristen, namun media tidak akan pernah memanggil dia dengan nama TERORIS Kristen
2) "Joseph Stalin disebut sebagai Paman Joe".
Dia telah membunuh 20 juta manusia termasuk 14,5 juta yang mati kelaparan.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
3) "Mao Tse Tsung (Cina)"
Dia telah membunuh 14-20 juta manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
4) "Benito Mussolini (Italia)"
Dia telah membunuh 400 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
5) "Ashoka" Dalam Kalinga Pertempuran
Dia telah membunuh 100 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
6) Embargo yang dimasukkan oleh George Bush di Irak,
1/2 juta anak telah tewas di Irak saja !!!
Bayangkan !!!
Mereka diatas TIDAK PERNAH disebut TERORIS oleh media.
Mengapa Hari ini sebagian besar non-muslim takut dengan mendengar kata-kata "JIHAD".
Jihad adalah kata Arab yang berasal dari akar kata bahasa Arab "jahada" yang berarti "BERJUANG" atau "BERSUNGGUH-SUNGGUH" melawan kejahatan dan ketidak adilan.
Itu tidak berarti membunuh orang tidak berdosa.
Perbedaannya adalah kita berdiri MELAWAN KEJAHATAN, bukan dengan kejahatan ".
Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah ???
Coba Renungkan dan Fikir baik baik ....
1. Pertama Perang Dunia, 17 juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
2. Kedua Perang Dunia, 50-55 Juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM )
3. Nagasaki bom atom 200.000 mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM )
4. Perang di Vietnam, lebih dari 5 juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
5. Perang di Bosnia / Kosovo, lebih 5,00,000 mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
6. Perang di Irak (sejauh ini) 12.000.000 kematian
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
7. Afghanistan, Irak, Palestina, Burma dll
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
8. Di Kamboja 1975-1979, hampir 3 juta kematian
(disebabkan oleh NON-MUSLIM).
"ORANG MUSLIM BUKANLAH TERORIS DAN TERORIS BUKANLAH ORANG MUSLIM. "
TERORIS SESUNGGUHNYA ADALAH APA YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS
Hapus standar ganda pada legalitas Pembunuhan
Silakan berbagi sebanyak yang Anda bisa
COPAS
Publik sempat dikagetkan dengan pemberitaan yang beredar bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mendukung ide Ahok yang akan membangun lokalisasi pelacuran. Sejumlah media-media besar secara kompak memberitakanya.
Kompas.com memberitakan dengan judul : "Sutiyoso Dukung Ahok Bangun Area Lokalisasi Prostitusi", pada rabu (29/4/2015).
Dihari yang sama, metrotvnews.com juga memberitakan dengan judul "Sutiyoso Dukung Ahok Bangun Lokalisasi".
Kedua media ini mempelintir pernyataan Sutiyoso yang berbunyi : "Kalau memang baik, jalani saja. Prostitusi merupakan salah satu anak kandung dari kemiskinan, selain kejahatan. Cara meminimalisir keberadaannya dengan memperbanyak lapangan pekerjaan," kata Sutiyoso saat dihubungi, Rabu (29/4/2015).
Terungkapnya ada pemberitaan dusta yang dilakukan oleh media tersebut ketika Sutiyoso mengungkapkan sikapnya dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TVONE edisi Selasa 19 Mei 2015. Sutiyoso menegaskan bahwa dirinya menolak lokalisasi pelacuran di Jakarta. (baca : Sutiyoso : Saya Tidak Pernah Mendukung Ide Ahok tentang Lokalisasi Pelacuran) [islamedia/mh]
Al-Hijrah sebuah toko baju muslim yang berlokasi di ITC Kuningan lt 2, blok B4 no 5. Nama ini diambil sebagai titik tolak pendirinya untuk hijrah dari pekerjaan sebelumnya yang bergelimang riba.
Setelah mereka secara intensif mengikuti kajian-kajian Islam disekitar kantor, akhirnya mengerti tentang hukum-hukum perdagangan terutama hukum riba. Salah satu yang membuat mereka takut adalah hadis nabi yang berbunyi:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
Dari Jabir, beliau mengatakan, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, korban riba, pencatat, dan saksinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Mereka itu dosanya sama.'” (Hr. Muslim, no. 4177)
Memang penuh perjuangan untuk lepas dari lingkaran riba. Sudah bukan menjadi rahasia jika kerja di bank menjanjikan kenyamanan hidup dunia apalagi dengan posisi-posisi tertentu bisa mendapatkan fasilitas berlebih.
Tidak hanya itu, penolakan-penolakan keras dari keluarga juga mereka hadapi. Tapi mereka menanamkan tekad kuat bahwa ini perintah Allah yang wajib ditaati dengan tekad kuat mereka akhirnya bisa keluar dari bank.
“Ya biasalah namanya orang tua, dengan alasan nanti anak mau dikasih makan apa, nanti sekolah anak-anak gimana, gitukan..” Kata Reza yang saat ini menempuh S2 Manajemen Syariah di Universitas Indonesia.
Senada juga diungkapkan oleh Seno yang sempat bingung jika nanti keluar kerja apa, apalagi mertuanya tidak setuju dengan keputusannya keluar dari pekerjaan.
“Ketika mau keluar memang sedikit takut, karena sudah niat lillahi ta’ala sih. Perlu diketahui memang agak sulit untuk keluar karena kerja di bank bisa mendapat banyak (tanda kutip) fasilitas yang bikin orang sulit untuk keluar. Alhamdulillah Allah memudahkan jalan, apalagi keluarga mendukung, jadi ya sudah jalanin saja. Sempat ada penolakan sih juga dari keluarga Istri..”
Nama Toko: Al-Hijrah
Produk: Baju Muslim
Pendiri: Endru, Fajar, Reza, Seno
Alamat: ITC Kuningan lt 2, blok B4 no 5
Contact: 0888-0830-8410
http://pengusahamuslim.com/takut-dosa-riba-mereka-resign-kerja-di-bank-dan-bikin-al-hijrah/
Media yang digawangi kalangan Katholik ini memang gemar melakukan penipuan kepada masyarakat lewat berita-beritanya. Pemelintiran dan manipulasi berita kerap dilakukan untuk menggiring opini.
Salah satu korban yang kerap menjadi obyek "bullying" Kompas adalah FPI, bahkan pada 25 Desember 2014 tahun lalu, kompas menurunkan berita kalau FPI ikut menjaga gereja di wilayah Jawa Barat.
Pada tahun 2012 kompas juga memposting berita fitnah kalau Laskar FPI Makkasar turut mengamankan menjaga sejumlah gereja pada perayaan hari natal 25 Desember.
FPI Sering menjadi sasaran target pemberitaan miring kompas, pada tahun 2002 saat di sejumlah darah umat berbondong-bondong membakar sejumlah tempat pelacuran dan perdagangan miras, karena di anggap meresahkan masyarakat setempat. kompas langsung menuding kalau gerakan itu dilakukan oleh FPI.
Kali ini kompas kembali melecehkan Islam, pada Senin 27 April 2015 lalu, situs berita Kompas.com telah memuat tulisan berjudul “Kehidupan Rahasia Sultan Brunei dari Seks, Dusta, dan Hukum Syariah”.
Isi berita nya itu terang-terangan memojokkan Sultan Brunei Darussalam dan melcehkan syariat Islam yang diterapkan di negeri itu. Artikel itu menggambarkan kehidupan pribadi Sultan Brunei yang ditulis justru jauh dari syariat.
Bukan kali ini aja sejarah kompas menhina Islam, tepat di tahun 1990, wartawan senior Kompas Arswendo Atmowiloto, secara sengaja melakukan penistaan terhadap Islam. Melalui Tabloid Monitor binaan Kompas Gramedia Group, melancarkan hinaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kasus pelecehan tersebut kemudian dikenal sebagai "SKANDAL KEJAHATAN KOMANDO PASTOR (KOMPAS)". Kemudian menyeret Arswendo Atmowiloto yang merupakan kader jurnalis binaan bos Kompas Jakob Oetama mendekam di penjara. Arswendo Atmowiloto pada saat itu menjabat selaku Pemred Tabloid Monitor. Kasus ini tidak pernah dilupakan oleh ummat Islam.
Kompas merupakan jaringan pers dari perpanjangan kepentingan kelompok konglomerat aseng -asing dan menjadi representasi aspirasi ummat Katolik di Indonesia. Kehadirannya sering kali berupaya menyudutkan ummat Islam.
Serangkaian isu dan opini acap kali dihembuskan oleh Kompas untuk menggiring ummat Islam pada alur kepentingan mereka. Pembelaan Kompas kepada Jokowi menjelang Pilpres 2014 terlihat begitu gencar dan kasatmata.
Dan lagi-lagi, Arswendo Atmowiloto sang penghina Nabi tersebut tampil melontarkan pernyataan bahwa: "Jokowi adalah anugerah Tuhan...". Sebuah isyarat untuk membangkitkan konsolidasi politik ummat minoritas bersatu memenangkan Jokowi.
Tak hanya Arswendo Atmowiloto, tapi salah satu misionaris yang dibesarkan oleh Kompas, Franz Magnis Suseno bahkan melancarkan ancaman:
"Bila Jokowi tidak jadi presiden maka Indonesia akan rusuh...".
Luar biasa, para dedengkot Katolik tersebut saling bahu-membahu berserikat membela Jokowi secara sporadis.
Kini Jokowi sudah menjadi Presiden dan semua itu tidak lepas dari peran besar jaringan Kompas dan misionaris Katolik. Selanjutnya Kompas mulai gencar mendongkrak Ahok untuk tampil memimpin Jakarta.
Pembelaaan Kompas terhadap Ahok adalah bagian dari skenario untuk melanggengkan misi politik misionaris Katolik dan konglomerat Aseng menguasai negeri ini. Agenda busuk itu makin bergulir dan mulai dipahami oleh kaum muslim. Maka waspadalah !
Ayo Boikot Kompas..!!!
Faktanya...
Crusade War (Perang Salib, dalam tata bahasa Inggris Crusade bermakna juga pembasmian dan pemberantasan) yg terjadi pada tahun 1095-1291 berawal dari pembangkangan kaum Kristen Eropa atas Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258). Padahal, sejak Kekhalifahan Umar ibn Khatthab, dalam sistem pemerintahan Islam, negeri-negeri Kristen, mendapatkan hak otonomi khusus untuk memgatur dan mengelola negeri mereka sendiri. Bahkan, orang-orang Nasrani, Yahudi, dan agama apa pun yg tinggal di negeri-negeri Islam mendapatkan hak yg sama seperti umat Islam lainnya. Mereka tinggal secara damai, makmur, sejahtera dibawah panji Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.
Namun, pada tanggal 25 November 1095 (era Kekhalifahan Abbasiyah), Paus Urbanus II menyerukan untuk melakukan pemvangkangan, penyerangan dan perebutan ke wilayah Al Quds (Yerussalem sekarang). Tahun 1099 Pasukan Salib menaklukkan Al Quds. Mereka membantai sekitar 30.000 warga Al Quds (termasuk wanita, orangtua dan anak-anak) dengan sadis.
Tanpa kecuali pula termasuk 300 orang Yahudi yang bersembunyi di Sinagog kota Al Quds. Sampai-sampai dikisahkan bahwa darah yg mengalir dari pembantaian kaum muslimin saat direbutnya Al Quds pada saat itu tingginya selutut. Dan Al Quds masih berbau darah hingga 6 bulan kemudian.
Selama 88 tahun terlepasnya Al Quds dari penguasaan Islam, masjid Al Aqsho dijadikan perkantoran, Masjid Kubah Sakhra dijadikan Gereja, lorong Marwah dijadikan kandang kuda. Serta tak terdangar lagi suara adzan membahana di sana.
Pada tahun 1187, Shalahuddin Al Ayyub sebagai panglima pasukan Islam berhasil membebaskan Al Quds dari Pasukan Salib yg telah memduduki selama 88 tahun (1099-1187).
Perhatikan bedanya, bala tentara pimpinan Shalahuddin (orang Barat menyebutnya dengan Saladin) ketika memasuki Al Quds hampir sebagian besar penduduk kota itu terselamatkan. Hanya prajurit-prajurit dari Ksatria Ordo Templar dan Hospitaler saja lah yg sangat fanatik dan menjadi kekuatan inti Tentara Salib yg semuanya dieksekusi. Sedangkan ribuan prajurit biasa dimaafkan oleh Shalahuddin Al Ayubi dan dibiarkan bebas menentukan nasibnya sendiri.
Hal ini menegaskan siapa dan kapan asal mula teroris itu muncul. Siapa dan kapan yg memulai peperangan yg kemudian diberikan label nama Perang Salib itu.
Hal ini menegaskan bahwa penaklukan Al Quds pada 1099 oleh Pasukan Salib di bawah komando Godfrey dari Bouillon merupakan aib bagi kalangan Kristen. Namun sebaliknya perebutan kembali Al Quds oleh pasukan Islam pimpinan Shalahuddin Al Ayubi pada tahun 1187 merupakan ‘kisah mutiara’ kaum Muslimin. Yg melambungkan nama dan citra Islam ke langit paling tinggi.
Setelah penaklukan Al Quds oleh Shalahuddin Al Ayubi, banyak ditemukan dalam tulisan-tulisan Barat yg melakukan propaganda bahwa umat Islam menyebarkan agamanya dengan 'pedang'. Hal ini dilakukan guna mengajak orang-orang Kristen untuk turut membenci, membangkang dan menggempur umat Islam pada saat itu (tahun 1099).
***
Source: The Crusade; Islamic Prespective, Carole Hillenbrand, Edinburgh University, 1999.
Carole Hillenbrand adalah seorang profesor pada bidang Sejarah Islam di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Ia juga adalah Vice President dari British Society of Middle Eastern Studies dan anggota dari The Council for Assisting Refugee Academics.
Kita hidup di gunung merindukan pantai…
Kita hidup di pantai merindukan gunung…
Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
Di musim hujan kita tanya kapan kemarau?
Diam di rumah pengennya pergi…
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah…
Waktu tenang cari keramaian…
Waktu ramai cari ketenangan…
Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan…
Ternyata SESUATUMU tampak indah karena belum kita miliki…
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki…
Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR…
dengan rahmat yang sudah kita miliki…
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??
Menutupi telapak tangan saja sulit…
Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI” dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi inipun akan tampak buruk…
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…
SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…
Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah Amanah yang dipercayakan…
yang semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,
Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki…
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki…
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki…
Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.
Selamat meraih kebaikan di hari ini.
Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Bbg-alilmu.com
Suatu malam di acara debat capres:
Capres No. 1 : "Bikin kartu ini, bikin kartu itu... Itu bisa saja Pak Jokowi. Tapi dananya dari mana? Emang uang bisa turun dari langit!? Anggaran kita bocor Pak Jokowi, Bocorrr..!!"
Jokowi : "Anggarannya ada, dananya ada. Tinggal kita mau kerja atau tidak, hanya itu, mau kerja atau tidak?
Dan hari berikutnya, pada sebuah kegiatan kampanye, di hadapan massa pendukung:
Jokowi : "Nonton debat semalam gak? Masak isinya Bocor, Bocor terus, emang pompa air...!? Hehe.... (penuh cengengesan)"
Dan Kini...
Bukalah Mata lebar-lebar wahai rakyat Indonesia!
Kalian itu dipimpin oleh seorang pendusta!!
Anggarannya ada.... Dananya ada.... ?
Mana Buktinya??
(1) Kenapa harus terus menerus menambah hutang luar negeri?5 Bulan dipimpin Jokowi-JK, utang pemerintah naik Rp 31,6 triliun
(merdeka.com/uang/5-bulan-d…) Pemerintahan Jokowi Masih Ambil Utang Luar Negeri Buat Bangun Infrastruktur
(finance.detik.com/read/2015/02/2…)
(2) Kenapa harus mengemis-ngemis investasi kepada luar negeri? Terbang ke Jepang dan China, Jokowi Tagih Rencana Investasi? (finance.detik.com/read/2015/03/2…)
Jokowi Ajak Belanda Ambil Proyek Prioritas Pemerintah-Swasta di Bidang Infrastruktur (rmol.co/read/2015/03/3…)
(3) Dan bukti bahwa Pemerintahan Jokowi sedang galau serta kelimpungan karena mengalami kesempitan ruang fiskal (tidak memiliki dana), adalah hendak memutar dana masyarakat yang ada pada berbagai lembaga pengelola dana, seperti dana haji pada Kementerian Agama & dana pensiun pada PT (persero) Taspen untuk di "putar" dulu (di investasikan) ke Sektor Infrastruktur, dengan janji akan mendapatkan yield (untung) yang lebih tinggi?
(4) Lhah... katanya, subsidi BBM dicabut itu untuk pembangunan sektor infrastruktur ?! Kok masih kalap mencari sumber pendanaan lain?
(5) Di sisi lain, hal yang sangat ironis adalah adanya penyuntikan dana secara besar-besaran kepada BUMN, yang (sebagian) Komisaris-nya adalah ex poliTIKUS dan relawan pendukung Jokowi?
(6) Belum lagi bejibun rencana2 Jahat lainnya seperti: Pencabutan subsidi Pupuk, Tarif KA, Listrik, penaikan Tarif Tol, dan Bea Meterai! Terus menerus memeras Rakyat!!
Jadi...
Jokowi cuma mengkritik IMF, Bank Dunia atau lainnya, tapi malah nambah utang!
# Kerja...kerja...kerja uang kita punya yg penting kita mau kerja, uangnya... ? Dapat utang dari China…!!
Pernah makan di KFC? Pertanyaan yang ga perlu dijawab sebenarnya.. Sama saja seperti saya nanya: pernah minum coca cola? Tujuan saya bukan menanyakan itu.. Coba perhatikan, apakah pemilik KFC itu nongkrong nungguin usahanya?
Beberapa teman saya, memilih menjadi pengusaha, bukan karena sekedar ingin menjadi kaya.. Kalau sekedar ingin menjadi kaya, semua bidang lain bisa menjadi kaya.. Pegawai kaya? Banyak. Lihat saja Gayus Tambunan.. (hush! koq Gayus yg dijadikan contoh?). Atau lihat para pegawai lain yang sudah mencapai posisi yang tinggi di perusahaannya.. Cukup banyak pegawai yang berpenghasilan bersih di atas 20 juta per bulan, sehingga bisa kita kategorikan kaya..
Wirausaha kaya? Banyak. Dokter spesialis yang kaya bertaburan di seluruh Indonesia.. Artis apalagi. Banyak yang penghasilannya puluhan juta, bukan per bulan, tapi per jam.. Eh, sebentar, memangnya apa bedanya pengusaha dengan wirausaha?
Menurut Robert Kiyosaki, pengusaha dan wirausaha sama-sama tidak bekerja di bawah perintah orang lain.. Mereka sepenuhnya bekerja untuk dirinya sendiri.. Perbedaannya? Setahun. Maksudnya?
Pengusaha, jika ia berhenti total bekerja selama setahun, maka usahanya akan tetap berjalan, bahkan mungkin makin maju.. Sementara wirausaha, tidak. Jika wirausaha bekerja, ia dapat pemasukan. Jika ia berhenti bekerja, maka pemasukannya juga berhenti. Jadi sebenarnya mudah saja untuk mengukur, apakah kita masih termasuk wirausaha, atau sudah masuk kelompok pengusaha.. Coba besok pagi kemas-kemas, kemudian pergi wisata keliling Indonesia, kemudian akhirnya menetap di Papua untuk belajar memanah.. Lalu sambil memakai koteka, coba kita kembali ke rumah setahun kemudian, dan tinjau usaha kita.. Kalau ternyata usaha kita ambruk, dan rumah kita sudah dipasang plang rumah ini dijual oleh bank untuk bayar utang, berarti kita masih masuk kelompok wirausaha..
Nah, inilah salah satu daya tarik pengusaha: pensiunnya.. Beda dengan pegawai, di mana saat pensiun, penghasilan sering kali terpotong menjadi kurang dibawah setengah gaji, sementara mereka sudah terbiasa dengan gaya hidup bergaji penuh selama puluhan tahun. Tidak heran saya cukup sering melihat para pensiunan pegawai yang pusing memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, yang akhirnya malah menggantungkan hidup pada anak-anaknya.. Saya rasa, hidup di bawah belas kasihan orang lain, walaupun itu anak kita sendiri, tidaklah sehat.. Anak-anak kita kelak, sudah punya tanggung jawab sendiri, untuk menghidupi keluarganya..
Nah pertanyaannya, bagaimana caranya pindah dari wirausaha menjadi pengusaha, sehingga penghasilan kita tetap, atau bahkan meningkat, walau kita sudah berhenti bekerja? Jawabnya cuma satu: sistem.
Saya punya langganan bakso, dari sejak tahun 90an sampai sekarang.. Dari sejak pertama saya kali makan di sana, sampai sekarang puluhan tahun kemudian, yang saya temui tetap sama: lokasi sama, besar warung tetap sama, tidak punya cabang, bahkan sang pemilik masih tetap nongkrong di meja kasir yang sama, hanya saja sudah bertambah tua.. Saya cukup heran: baksonya enak, warungnya selalu ramai, harganya masuk akal, pelayanannya cukup bagus, dan sudah cukup terkenal di Medan, kenapa sepertinya tidak ada perkembangan? Pernah saya iseng tanya ke bapak tua pemiliknya: “Kenapa ga dikembangkan usahanya pak? Minimal buka cabang satu lagi?” Bapak itu menjawab dengan senyuman lebar khasnya: “Walah mas, ngurus satu aja sudah habis waktu saya.. Mana sanggup saya ngurus dua warung sekaligus?”
Lha, kembali ke awal cerita ini: memangnya para pemilik KFC itu kerjanya nongkrong di warung KFCnya? Saya yakin ada beberapa cabang yang dimiliki pemilik yang sama.. Pertanyaannya: kenapa usaha KFC bisa berkembang terus, walau tidak ditongkrongi, sementara usaha bakso bapak itu tidak berkembang sama sekali? Saya tidak bisa membayangkan seorang pengusaha, yang mempunyai 50 tempat usaha dengan berbagai jenis usaha yang berbeda di seluruh Indonesia, harus keliling-keliling nongkrongin 50 tempat usaha sekaligus.. Kenapa ada orang yang bisa punya banyak perusahaan, sementara ada orang yang kehabisan waktu hanya untuk mengurusi satu warung? Sekali lagi jawabnya sederhana: sistem.
Sistem, dalam bahasa awam, adalah sekumpulan hal-hal kecil yang distandarkan, yang jika dilakukan, akan membentuk kinerja.. KFC, sudah punya aturan standar yang jelas.. Kadang kita menyebutnya sebagai SOP (Standard Operating Procedure). Mulai dari cara melayani konsumen, pembukuan, tata interiornya, cara melatih pegawai, berapa lama ayam digoreng dan dalam suhu berapa derajat, bahkan sampai arah menyapu lantainya, semua sudah distandarkan.. Semua cabang KFC mempunyai sistem yang sama, dan semua sudah melalui riset yang mendalam.. Bahkan sampai pilihan warna kursi dan mengapa KFC menggunakan kaca tembus pandang sebagai dinding, semua melalui riset.. Sehingga, siapapun yang diberi tugas memimpin cabang tersebut, cabang tersebut tetap bisa berjalan dengan baik.. Sistemnya juga dibuat sedemikian rupa, sehingga potensi kecurangan pegawai juga bisa diminimalisir..
Itulah yang perlu kita lakukan jika ingin menjadi pengusaha: membentuk sistem. Tidak mudah? Iya. Kita harus meluangkan waktu untuk menemukan standar yang tepat untuk semuanya di dalam usaha kita, sama seperti KFC, lalu mengcopynya ke cabang yang baru.. Itupun belum tentu langsung berhasil, karena cabang yang baru berarti menemui masalah yang baru.. Semua usaha waralaba, seperti KFC dan Indomaret, terus menerus menyempurnakan sistemnya, sehingga diharapkan mampu menjawab masalah apapun yang muncul di cabang manapun.. Sehingga di beberapa negara, ada aturan bahwa sebuah jenis usaha baru boleh diwaralabakan setelah lima tahun berdiri.. Setelah lima tahun, diharapkan sistemnya sudah mapan, sehingga tidak ada pembeli hak waralaba yang dirugikan karena sistem yang masih coba-coba..
Dan, lebih dari itu, membentuk sistem berarti kita harus mampu untuk berbagi wewenang dan rezeki kepada orang lain.. Kita harus mampu mengikhlaskan cabang-cabang usaha kita dipimpin oleh orang lain, dan mengikhlaskan sebagian keuntungan untuk menggaji orang lain untuk mengawasi cabang-cabang kita.. Tapi coba renungkan, mana yang lebih baik, punya satu toko dengan penghasilan 20 juta rupiah, atau punya 10 toko dengan penghasilan masing-masing 5 juta rupiah, dan kita tidak perlu terlibat secara aktif mengurusnya? Tanpa kemauan dan kemampuan untuk berbagi, maka kita akan sulit sekali untuk sekedar mengembangkan 2 toko, apalagi sampai 10 toko..
Lalu kenapa kita harus susah payah membentuk sistem, kalau usaha kita sudah berhasil membuat kita kaya? Kenapa kita harus menginvestasikan uang, tenaga dan fikiran, jika sekarang saja usaha kita sudah cukup maju? Jawabnya mudah: kita tidak pernah tahu berapa lama kita diberi waktu oleh Tuhan berkarya di dunia ini.. Di zaman di mana banyak orang kena stroke atau penyakit jantung di usia 30an, bagaimana kita bisa berharap kita akan hidup selamanya? Jika suatu saat kita sakit keras dan tidak mampu bekerja lagi, atau bahkan meninggal, bagaimana nasib usaha kita? Atau pertanyaan yang lebih tajam: bagaimana nasib keluarga kita, yang mungkin menggantungkan hidupnya terhadap penghasilan kita? (apalagi jika kita adalah pegawai).. Banyak sekali wirausaha yang dikendalikan penuh oleh kebijakan pemiliknya, dimana sang pemilik adalah sistem itu sendiri, sehingga di saat pemiliknya meninggal, sistemnya ikut berpulang, dan akhirnya usahanya ikutan menutup mata..
Akhirnya, jika kita ingin meninggalkan warisan yang berharga untuk penerus kita, mari kita bentuk sistem.. Kita bisa memilih membangun sistem sendiri, atau membeli hak waralaba dari perusahaan-perusahaan yang sistemnya sudah mapan.. Yang manapun pilihan kita, ingatlah, bahwa semua susah payah itu demi masa tua kita, dan demi masa depan anak cucu kita..
Membangun usaha tanpa sistem seperti mendorong batu besar di jalan rata. Kita mendorong, batunya jalan. Kita berhenti, batunya berhenti.
Membangun usaha dengan sistem, seperti mendorong batu besar di sebuah tanjakan. Lebih berat dan lebih sulit, bahkan jika kita berhenti di tengah tanjakan, batu besar itu akan menggelinding dan melindas kita. Tapi jika kita teruskan sampai puncak tanjakan, batu itu akan terus meluncur turun, dengan atau tanpa kita..
Seri Pegawai vs Pengusaha yang lain, lihat di sini:
http://www.kompasiana.com/dianjatikusuma
Judul asli
'Pegawai Vs Pengusaha, bagaimana cara pensiun?'




