+10 344 123 64 77
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

*Jodoh itu.... (baca sampai habis, biar paham)

1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.

2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain--itu sungguh tiada manfaatnya.

3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah. Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsbgnya. Sekelas orang sabar saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.

4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya. Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.

5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah. Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.

6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri. Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan2 berikutnya bagi orang yang sabar.

7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya. Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga? Dikembalikan ke masing2 pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia--soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami. Pemahaman2 seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.

8. Mencari jodoh itu tidak rumit. Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan. Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit. Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.

9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel2 (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang2 saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia. Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.

*Tere Liye

Seorang wanita gaul bertanya pada Mukidi yang sdh soleh:

Wanita: "Kenapa sih kamu nggak mau bersentuhan tangan denganku? Emangnya aku ini hina ya?"

Mukidi: "Bukan begitu Mba, Justru saya lakukan itu karena saya sangat menghargai Mba sebagai seorang wanita"

Wanita: "Maksudmu?"

Mukidi : "Coba saya tanya sama Mba, apakah boleh seorang rakyat jelata menyentuh tangan putri keraton yang dimuliakan?"

Wanita: (Sambil mengernyitkan dahi) "T..Tentu gak boleh sembarangan dong!"

Mukidi : "Nah, Islam mengajarkan bagaimana kami menghormati semua wanita layaknya ratu yang ceritakan tadi. Hanya pangeran saja yang layak menyentuh tuan putri".

Wanita: (Sambil agak malu) "Oh.. Terus kenapa sih mesti pakai menutup tubuh segala, pake kerudung lagi, jadi gak keliatan seksinya"

MUKIDI : (Membuka sebuah rambutan, lalu memakannya sebagian. Dan mengambil sebuah lagi sambil menyodorkan 2 buah rambutan itu pada wanita tersebut) "Kalau Mba harus memilih, pilih rambutan yang sudah saya makan atau yang masih belum terbuka"

Wanita: (Sambil keheranan dan sedikit merasa jijik) "Hi.. Ya saya pilih yang masih utuh lah, mana mau saya makan bekas Mas".

Mukidi : (Sambil tersenyum) "Tepat sekali, semua orang pasti memilih yang utuh, bersih, terjaga begitu juga dengan wanita. Islam mensyariatkan wanita untuk berhijab dan menutup aurat semata-mata untuk kemuliaan wanita juga".

Wanita: "Terimakasih ya, aku semakin yakin untuk berhijab dan menutup aurat, Islam memang sangat memuliakan wanita.
Subhanallah. Ngomong-ngomong Mas Mukidi sudah punya pacar belum?"

Mukidi: "Mmm.. Saya belum punya dan bertekad tidak akan punya pacar."

Wanita : (Kebingungan) "Loh, kenapa? Bukannya semua muda-mudi sekarang punya temen istimewa"

Mukidi: "Begini Mba, kira-kira kalau Mba diberi hadiah handphone, ingin yang bekas atau yang masih baru??"

Wanita: "Ya jelas yang baru lah"

Mukidi: "Kalau suatu saat Mba menikah, mau pakai baju loakan yang harganya Rp.50.000/3 potong atau gaun istimewa yang harganya Rp.20 juta keatas"

Wanita: "Ih.. Mas ini. Ya pasti saya pilih gaun istimewa, mana mau saya pakai baju loakan, udah bekas dipegang orang, gak steril lagi. hi..."

Mukidi: "Nah, begitu juga Islam memandang pacaran Mba. Kami, diajarkan untuk menjunjung ikatan suci bernama pernikahan. menjadi pasangan yang saling mencintai karenaNya. Yang menjaga kesucian dan kehormatan dirinya sebelum akad suci itu terucap. Karena kami hanya ingin mempersembahkanyang terbaik untuk pasangan kami kelak"

Wanita: (Hatinya berdebar-debar tak menentu, kata-kata pemuda tadi menjadi embun bagi hatinya yang selama ini hampa. Matanya pun menetes) "Mas, aku semakin merasa banyak dosa. Masihkah ada pintu taubat untukku dengan semua yang sudah aku lakukan?"

Mukidi : (Matanya berbinar, perkataannya berat) "Mba, jikalah diibaratkan seorang musafir kehilangan unta beserta makanan dan minumannya di gurun pasir yang tandus. Maka kebahagiaan Allah menerima taubat hambanya lebih besar dari kebahagiaan musafir yang menemukan untanya kembali. Kalaulah kita datang dengan membawa dosa seluas langit, Allah akan mendatangi kita dengan ampunan sebesar itu juga. Subhanallah".

Wanita: (Berderai air matanya, segera ia usap dengan tisunya) "Terimakasih Mas Mukidi, saya banyak mendapatkan pencerahan hidup. Semoga saya bisa berubah lebih baik”

Mukidi: “Aamiin YRA"

1. Saudara laki-laki bertanya kepada adik perempuannya, saat berkunjung, seminggu setelah saudara perempuannya itu melahirkan:
"Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?"
"Tidak ada." jawabnya pendek. Saudara laki-lakinya berkata lagi, "Masa sih, apa engkau tidak berharga di sisinya? Aku bahkan sering memberi hadiah untuk istriku walau tanpa alasan yang istimewa."

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah. Keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami dan istri ini terjadi perceraian. Dari mana sumber masalah? Kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki sang istri tadi.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya:
"Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? Bukankah anak-anakmu banyak?”
rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya.
Ketenangan pun menghilang, saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

3. Seorang teman bertanya:
''Berapa gajimu sebulan kerja di toko si fulan?"
Ia menjawab, "1 juta rupiah."
"Cuma 1 juta rupiah? Sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu? "
Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko. Sayangnya pemilik toko menolak dan mem-PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

4. Seseorang bertanya pada kakek tua:
"Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan? "
Si kakek menjawab, "Sebulan sekali."
Sang penanya menimpali, "Wah keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering." Hati si Kakek menjadi sempit, padahal tadinya ia amat rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Apa sebenarnya keuntungan yang kita peroleh ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas? Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain. Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada apa yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka, dst…dst.

Jika terus berperilaku seperti itu, kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi ini. Bila ada bom yang meledak, cobalah introspeksi diri. Bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.

Sumber: Dari berbagai sumber

#COPAS (semoga penulisnya mendapat pahala)

Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallaam bersabda :

"Ada tujuh perkara yang terus mengalir pahalanya bagi seorang hamba meski ia sudah meninggal dunia di dalam kuburnya :

1. orang yang mengajarkan ilmu.
2. mengalirkan air dari sungai,
3. menggali sumur,
4. menanam pohon kurma.
5. membangun masjid,
6. mewariskan mushaf, dan
7. meninggalkan anak yg beristighfar baginya sepeninggalnya."
[Hadis hasan riwayat al-Bazzar, Abu Nu’aim dan al-Baihaqi. Lihat: Shahih al-Jami’ ash-Shaghir oleh al-Albani no. 3602]

[•] PENJELASAN SINGKAT

1). Mengajarkan Ilmu.
Yakni ilmu yang bermanfaat yang dapat memberikan pengetahuan kepada manusia tentang Islam, mengenalkan dirinya kepada Allah ta’ala, menunjukinya kepada jalan yang lurus. Ilmu yg membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, serta yang halal dan yang haram.
2). Mengalirkan Air dari Sungai.
Maksudnya adalah membuat saluran air dari sungai atau mata air. Sehingga dapat mengalir ke perumahan penduduk dan untuk bercocok tanam. Masyarakat dapat menggunakannya untuk keperluan minum, menyirami tanaman, dan untuk minuman hewan ternak, dll.
3). Menggali Sumur.
Dengan amalan mulia ini berarti ia telah berbuat baik & menghilangkn kesusahan manusia. Dengan memudahkan mereka memperoleh
air untuk keperluan sehari-hari. Sebab air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi semuanya.
4). Menanam Pohon Kurma.
Pohon kurma merupakan sayyidul-asyjaar (tuannya pepohonan), pohon yang paling utama, banyak manfaatnya dan bisa dirasakan oleh banyak manusia. Disebutkannya pohon kurma secara khusus tidak menunjukkan bahwa menanam pohon di sini hanya terbatas pada pohon kurma, namun mencakup pohon lainnya.

[diringkas dari sebuah selebaran karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin al-Badr]

Al Huthoiah dan Az Zabarqon adalah dua orang penyair sangat terkenal di masa kekhilafahan Umar bin Khattab.

Ketika Al Huthoiah sering kali menyerang dan mengejek Az Zabarqon dan siapapun dengan syairnya yang tajam, Umar menegur dan melarangnya. Tapi ia terus melakukannya tetapi dengan cara halus yang tidak dipahami kecuali oleh penyair handal semisalnya.

Suatu hari Az Zabarqon mengadukan Al Huthoiah kepada Umar atas syairnya:

Tinggalkan kemuliaan itu, tak usah mencarinya.
Duduklah, karena engkaulah yang makan dan berpakaian.

Umar berkata: "Itu hanya teguran".

Az Zabarqon berkata: "Apakah hidupku ini hanya sebatas makan dan berpakaian? Demi Allah wahai amirul mu’minin, belum pernah ia menghina saya yang lebih menyakitkan dari ini".

Maka Umar pun harus bertanya kepada penyair handal Rasulullah yang masih hidup Hassan bin Tsabit. “Ya, bahkan ia telah membuang kotoran di atasnya,” jelas Hassan.

Umar memutuskan untuk memenjarakan Al Huthoiah agar menjaga kehormatan muslimin dari lisan buruknya itu.

Di penjara, Al Huthoiah bersyair untuk Umar:

Bagaimana menurutmu tentang anak-anak burung yang tinggal di Dzi Marakh

Bulunya tumbuh lembut di sekitar tembolok, tak ada air dan tak ada pohon

Kau lemparkan pencari makannya di lubang yang gelap

Maafkanlah, bagimu keselamatan Allah, wahai Umar

Karena kasihan, Umar mengeluarkannya dari penjara dan mewanti-wantinya agar tidak lagi menghina siapapun dengan syairnya. Al Huthoiah berkata: "Kalau begitu keluargaku akan mati kelaparan".
(Karena mereka bersyair utk mencari uang)

Mendengar itu, Umar memberikan kepadanya 3000 Dirham (sekitar 180 juta Rupiah) dengan perjanjian agar ia berhenti bersyair yang mencederai kehormatan orang lain.

Dan Al Huthoiah pun berhenti.

Terlalu mahal kehormatan muslimin untuk dicederai!!! Berapapun harga perlindungannya, mari kita beli.

Jangan justru menjadi penyebab cederanya kehormatan saudara.

Keselamatan untukmu, wahai Umar...

‪#‎budiashari‬


😊🍵

Seorang guru di Jeddah bercerita :
Di saat saya sedang berada di ruang guru,  saya membuat segelas teh untuk diminum, tapi lonceng kemudian berbunyi sementara tehnya masih sangat panas, dan disekolah ini semua guru wajib untuk bersegera menuju kelas saat lonceng sudah berbunyi.

Saya kemudian melihat seorang OB ( Office Boy ) berkebangsaan Filiphina, saya tersenyum kepadanya dan memberinya segelas teh itu.

Keesokan harinya, OB itu datang kepada saya dan berkata kalau dia sangat kaget, itu adalah kali pertama ada seorang guru yang tersenyum kepadanya dan bahkan memberinya segelas teh, dia merasa kalau ada sesuatu yang salah.

Dengan berat saya berkata kepadanya :
" saya ingin memuliakanmu dan kami orang islam, dan beginilah akhlaq kami "

Dia ( OB ) berkata :
" saya disini sudah 2 tahun bekerja , tak ada satu pun dari guru-guru yang ada yang berbicara dengan saya dan memberi saya senyuman ... sebenarnya saya punya ijazah S2 cuma karena kemiskinan dan kebutuhan hidup akhirnya saya mengambil pekerjaan ini "

Saya tidak percaya dan ingin membuktikan pengakuannya, saya lalu mengundangnya ke rumah, kebetulah saya punya seorang anak yang duduk di kelas 3 SMA, saya lalu menyodorkan buku ensiklopedia berbahasa inggris, dia ( sang OB ) lalu membacanya tanpa terbata-bata, saya pun akhirnya yakin kalau dia berkata jujur.

Dia kemudian rutin ziyarah kerumah saya setiap jumat, dia lalu mengumumkan keislamannya, bahkan bisa meyakinkan 10 orang temannya untuk ikut masuk islam

Sebabnya :

" SENYUMAN DAN SEGELAS TEH "

Rasulullah bersabda : " Jangan engkau menganggap remeh sebuah kebaikan, bahkan jika kebaikan itu hanya meperlihatkan wajah yang sumringah di hadapan saudaramu saat bertemu "

Semoga ALLAH memaafkan kita semua dari segala kekurangan - kekurangan yang ada.
Tetaplah tersenyum. :)

-------------------
Diterjemahkan dari kisah yang di muat di akun resmi FB Syekh Muhammad Al 'Arifi - hafidzahhullah - .

#COPAS

pengakuannya: selama ini hanya bayar bunga riba  KPR saja

# Riba Yang Paling Ringan Dosanya Semisal Menzinahi Ibu Kandung Sendiri

Jika Ada Berita Seorang Anak Menzinahi Ibu Sendiri, Tentu Kita Geram Sekali “Anak Durhaka Dan Tidak Tahu Malu”, Itu Mungkin Komentar Kita

Bagaimana Jika Kita Mendengar Hadits Ini?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda,

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang Paling Ringan Adalah Semisal Dosa Seseorang Yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri. Sedangkan Riba Yang Paling Besar Adalah Apabila Seseorang Melanggar Kehormatan Saudaranya.”

(HR. Al Hakim Dan Al Baihaqi Dalam Syu’abul Iman Syaikh Al Albani Mengatakan Bahwa Hadits Ini Shahih Dilihat Dari Jalur Lainnya)

Itu Yang Paling Ringan..
Demikianlah Bagaimana Sistem Riba Merusak Kehidupan Dan Merusak Perekonomian Suatu Bangsa Dan Banyak Dari Umat Islam Yang Tidak Menyadari. Memang Sistem Riba Tidak Langsung Terlihat Dampaknya Atau Secara Individu Tidak Terlalu Terlihat. Akan Tetapi Secara Sistem Akan Merusak Sistem Perekonomian Dan Bisa Menruntuhkan Perekonomian Suatu Bangsa

Berikut bahaya lain dan ancaman bagi pelaku dan pendukung riba:

-Akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَْ فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”[Al-Baqarah: 278-279]

-Dilaknat semua yang mendukung riba

dari sahabat Jabir bin Abdillahradhiallahu ‘anhu bahwasannya ia menuturkan,

لعن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه، وقال: (هم سواء). رواه مسلم

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba(nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya’.” (HR. Muslim).

–Termasuk dosa besar yang membinasakan,

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ « الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ

“Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “(1) Menyekutukan Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, (4) memakan harta anak yatim, (5) memakan riba, (6) melarikan diri dari medan peperangan, (7) menuduh wanita yang menjaga kehormatannya (bahwa ia dituduh berzina)” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)

Demikian semoga bermanfaat.

Penyusun:   Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

http://muslimafiyah.com/riba-yang-paling-ringan-dosanya-semisal-menzinahi-ibu-kandung-sendiri.html

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pak Ujang (65 tahun), pemilik kios ikan kecil di bilangan Jakarta Pusat.
Saya sering ke sana. Kiosnya sangat sederhana, berupa papan kecil seluas 2,5 x 4 meter.
Beliau sudah lebih dari 30 tahun berjualan ikan di sana.
Di sudut kanan toko terdapat sebuah tangga menuju lantai dua.
Lantai yang memiliki tinggi 1 m merupakan tempat tinggal Pak Ujang dan istri.

Tepat saat saya berkunjung, muncullah seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah brand Jerman.
Awalnya Si Pembeli membeli makanan ikan seharga Rp 5.000,-
Ia pun berusaha keras menawar. Akhirnya Pak Ujang sepakat menjual Rp 9.000,- per dua bungkus.
Si Pembeli kemudian melihat ikan koi tiga warna berukuran sekitar 30 cm. Pak Ujang menjual dengan harga Rp. 40.000,- per ekor. Terjadilah tawar-menawar.

Si pembeli terus memaksa ingin memiliki ikan tersebut dengan harga Rp 25.000,-. Katanya, ikan begitu tidak layak dihargai Rp 40.000,-
Pak Ujang terlihat sangat keberatan menjual ikan tersebut di bawah Rp 35.000,-. Namun, saya sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa.

Akhirnya Pak Ujang pun luluh dan menjual empat ekor dengan harga yang diinginkan pembeli. ”Ikan ini sudah hampir 1 bulan tidak laku,” Jawabnya setelah saya menanyakan alasannya
menjual.

Si Pembeli kembali membeli tanaman air yang harusnya berharga Rp 5.000,- per buah. Begitu gigihnya mendapat 4 buah dengan uang Rp 10.000,-, sampai-sampai Si Pembeli memasukkan sendiri dua tanaman air tambahan ke plastik.
Tidak berhenti sampai di sana, saat hendak membayar, dia pembeli kembali meminta dua ekor ikan kecil seharga Rp 5.000,- per ekor untuk mainan anaknya. Dan Pak Ujang akhirnya memberikan.

Saya merenung. Banyak orang sering sekali berhemat setiap keping rupiah dari si miskin. Mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional tidak pantas dan menawar serta puas karena bisa berhemat setidaknya Rp 500,-

Kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000,- atau semangkok bakso Rp. 40.000,-
Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar.

Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.
Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan.
Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun.

Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.
Mereka berusaha berhemat setiap keping rupiah dari Si Miskin yang bekerja lebih keras, lebih berat, dan panas untuk memberi makan keluarganya.

Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya.

Dan sadar ataupun tidak.. mereka mungkin adalah kita..

Dr. AH

Semoga doa antum dalam sujud untuk pejuang Suria lebih banyak daripada sekedar doa di FB, Twtr, & WA

Bantuan dana buat para pejuang sangat penting, yg lebih penting lagi doa antum dalam sujud tatkala sholat malam. Hanya Allah yg bisa menolong mereka, sungguh SYIAH & KOMUNIS telah bersekutu untuk membumi hanguskan mereka.
Doa di media sosial baik, tapi berdoa dalam sujud di waktu sepertiga malam yang terakhir tatkala sholat malam tentu lebih baik. Semoga di hari hari ini kita bisa menyempatkan waktu untuk sholat malam mendoakan mereka.
Jika kita masih agak pelit dalam menyumbangkan harta maka janganlah pelit untuk menyumbangkan doa bagi pejuang suria.

Ada yang mengatakan umat Islam terlihat lemah saat ini, tertindas dan dipermainkan. Mari kita lihat sejenak kunci dan sejarah kebangkitannya…

Belum ada dalam sejarah dunia, 30 tahun menguasai sepertiga dunia? Ya benar, di zaman khulafa Ar-Rasyidin dan beberapa khalifah dinasti Umayyah, Islam menguasai hampir sepertiga dunia. Dua imperium besar saat itu hancur yaitu Persia dan Romawi. Mesir dan Afrika Utara, Spanyol (Andalusia) dan Sebagian Eropa, Persia dan sebagian Asia tengah mejadi kekuasaan Islam.

Kemudian dalam waktu yang cukup lama di bawah naungan Islam, mereka makmur dan berjaya sebagaimana zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz yang saat itu sulit mencari orang yang mau menerima sedekah karena sulit ditemui orang miskin serta kemakmuran dirasakan oleh makhluk selain manusia.

Apakah resepnya? Apa kuncinya?

Mungkin orang sekarang akan berkata, politik yang kuat, ekonomi yang besar dan militer persenjataan yang lengkap. Itu kunci ingin sukses dan berjaya kata mereka

Ternyata tidak juga, sudah banyak sejarah bangsa terdahulu dan negara-negara dengan politik kuat, ekonomi stabil ternyata tidak terlalu lama berkuasa kemudian hancur bahkan tidak tersisa bekas sedikitpun.

Sebaliknya, tahukan dari mana asal daerah yang menaklukkan sepertiga dunia tersebut?

Iya, dari tanah Arab, kaum Quraisy yang tidak pernah diperhitungkan sama sekali oleh dua imperium besar tersebut. Mengapa tidak pernah diperhitungkan?

Lihatlah, Tanah Arab kering dan tidak subur, menunjukkan ekonomi mereka lemah

Politik mereka lemah, karena orang Arab Quraisy punya keyakinan jika kabilah mereka dipimpin oleh orang lain maka mereka merasa terhinakan, mereka terpecah belah sendiri antar kabilah dan sulit bersatu menjadi kekuatan besar

Persenjataan? Jangan bandingkan senjata orang Arab dengan manjanik (pelempar batu besar) milik orang Persia dan Romawi

Jumlahpun sering sekali kalah jauh, ingatkan perang Mu’tah? 3000 muslimin melawan 200.000 musuh, ingat juga perang badar berapa jumlahnya

Mengapa bisa menang kaum musilmin? Kuncinya adalah TAUHID dan KEIMANAN

Memang benar kekuatan ekonomi, politik dan militer penting untuk berjaya, akan tetapi yang lebih penting adalah TAUHID dan KEIMANAN, inilah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 10 tahun di Mekkah dan dikuatkan dahulu pondasinya

TAUHID DAN KEIMANAN kuat, maka akan lahir pembela Islam yang mereka berpikir:

“Hidup mulia dengan Islam dan lebih cinta kehidupan akhirat”

Ketika berperang “Hidup mulia atau mati syahid” lahirlah singa peperangan yang banyak ditakuti musuh kaum muslimin, bahkan dalam hadits musuh sudah diberi rasa takut dahulu sebelum bertemu.

Mereka berjuang untuk memajukan Islam dengan anugrah Allah yang mereka punyai, dengan harta, dengan pikiran, dengan nyawa, dengan jabatan. Dokter akan memperjuangkan Islam dengan ilmu kedokterannya, ahli tehnik juga demikian dan ehli ekonomi juga demikian.

Ilmuan Islam berusaha profesional memajukan ilmu dan teknologi untuk memberikan manfaat yang banyak kepada manusia dan untuk kemajuan Islam. Lihatlah bagaimana kemajuan ilmu pengtahuan dan teknolgi Islam di zaman keemasannya, yang di zaman ini penemuan mereka diadopsi ilmuan barat kemudian mereka berlomba-lomba mematenkan dan mengembangkannya sampai saat ini.

Jadi jawablah dengan bijak jika ada yang berkata,

“Ngapain kebanyakan ngaji, bahas tauhid dan syirik, bahas sunnah dan bid’ah, bahas fikh mendalam, itu lho mereka sudah pada ke bulan dengan teknologi, nah elo-elo semua masih sarungan duduk bahas kitab.”

Jawabannya:

“Biarlah mereka ke bulan dan kita ke surga” (kalau benar lho pernah ke bulan, padahal.. ah sudahlah^^)

So, mari terus kita belajar tauhid, akidah dan keimanan, kita dakwahkan dan kita sebarkan ke masyarakat. Ingat kita bukan atheis yang hanya mengandalkan hukum sebab-akibat saja. Kita juga mengandalkan keimanan dan berkah dari Allah.

Setelah itu mari perjuangan agama Islam dengan jalan jihad masing-masing (ingat tidak semua harus jadi ustadz):

-Yang mahasiswa belajar yang rajin supaya menjadi ilmuan Islam

-Yang dikantor kerja yang profesional supaya bisa membela Islam dengan jabatannya minimal dilingkungan kantor

-Pelaku bisnis kerja yang giat agar sebagian harta disumbangkan untuk kemajuan Islam

Ya, dengan iman dan takwah, Allah akan membuka pinta berkah dan kerjayaan umat Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَ‌ىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَ‌كَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْ‌ضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mengingkari, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Ya Allah muliakanlah kaum muslimin, menangkanlah para mujahidin dan berkahilah negeri kaum muslimin.

Amin yaa mujiibas saa-iliin, perkanankanlah wahai Engkau Yang Maha Mengabulkan bagi yang meminta

@Markaz YPIA, Yogyakarta tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Pertanyaan: Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan? Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yg kemudian dikenal dengan nama: “hedonic treadmill”.

Gampangnya, hedonic treadmill ini adl seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.Kenapa begitu? Krn ekspektasi n gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dg kenaikan penghasilanmu.Dengan kata lain, nafsumu utk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dg peningkatan income-mu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju !

Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.
Ada eksperimen menarik: seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.Itulah efek hedonic treadmill.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill?
Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berujung ?

Terapkan lah gaya hidup yg bersahaja ! sekeping gaya hidup yg tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.
Mengubah orientasi hidup ! makin banyak berbagi , semakin banyak memberi kepada orang lain, teruji justru semakin membahagiakan... Bukan -lah banyak mengumpulkan materi yg membuat kebahagiaanmu terpuaskan !
When enough is enough.

Kebahagiaan itu kadang sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga yg sehat, tersenyum memulai hari hari, menyapa dan mengasih tip ke tukang sampah, lanjut membaca "makanan" spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berbakti utk bangsa dan agama, maka betapa indahnya hidup ini !
Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya kawan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS al-Takâtsur [102]: 1-3)

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia semakin kikir.” (QS al-Mârij [70]: 19-21).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa.” (HR al-Bukhari).

Kita memohon kepada Allah untuk menjadi hamba yg pandai bersyukur dan merasa cukup akan nikmat-Nya, serta dihindarkan dari sifat yg selalu marasa kurang dan kurang

Semoga bermanfaat...


[1]. Seseorang yang hormat dan sopan kepada ORANGTUA-nya. Dia tak akan menyakitimu.

[2]. Laki-laki yang PEMALU kepada wanita. Dia tak akan menyakiti wanita-wanitamu. Dan dia juga BUKAN seorang homo.

[3]. Seorang pendekar atau jago BELADIRI. Dia akan mengajarimu cara bertahan hidup.

[4]. Laki-laki yang tekun ke MASJID. Insya Allah dia amanat dan punya moralitas.

[5]. Seorang GURU. Jika akhlaknya kurang baik, dia tetap punya ilmu untuk dibagi.

[6]. Orang MISKIN yang sopan. Mereka adalah pendukung setia & tidak khianat.

[7]. Orang yang mau MENDENGAR. Dia bukan orang fanatik, dan mau mendengar kebenaran.

KENALI 7 kelompok itu dan jadikan temanmu. Semoga Allah memimpin jalan kita kepada Ridha-Nya. Amin amin amin. (Khas).

Dagang mah sampingan

Dekat rumah orangtua saya ada toko listrik, Terkenal murahnya, Terkenal pula ramahnya. Yang jualan anak dan bapak, Selalu senyum pada pembeli, Ga peduli berapa yang dibeli

Suatu ketika ayah saya punya kabel roll, Gulungan kabel panjang 10 meter itu, Yang mendadak ga bisa nyala. Diutak-atik tetap ga bisa nyala. Walhasil solusinya cuma Lem Biru : Lempar Beli yang Baru

Jadi ayah saya datang kesana, Mau beli kabel roll baru

- A, Beli kabel roll yang bagus ya

+ Ini pak pilihannya, Ada yang 50rb, Ada yang 60rb. Tapi saya saranin sih yang 50rb aja buat dirumah. Yang 60rb mah biasanya buat yang pemakaiannya terus-terusan

Heran ayah saya, Baru sekarang nemu tukang dagang malah nyuruh beli yang murah ?!

- Yaudah yang 50rb itu A, Buat gantiin yang dirumah, Rusak tau-tau ga bisa nyambung ke listrik

+ O gitu pak ? Yaudah gausah beli dulu, Bawa kesini aja, Saya liat dulu, Barangkali bisa saya benerin

Tambah heran ayah saya. Udah nyuruh beli yang murah, Sekarang malah nyuruh gausah beli ?!

Akhirnya acara beli kabel roll baru itu gagal. Kabel roll yang lama dibawa kesana, Diperbaiki 1/2 jam...

Dan digratiskan !

Pedagang macam ini sekarang sudah sulit dijumpai. Mereka dagang dengan niat utama menolong : Menolong orang mendapatkan kebutuhannya, Menolong orang mendapat harga murah, Menolong orang yang kesulitan, Dan segala bentuk pertolongan lainnya yang bisa mereka berikan

Dan karena mereka menolong orang lain, Maka janji Allah berlaku atas mereka

"Barangsiapa yang menolong Allah, Pasti Allah akan menolong kalian !"

Pulang dari sana, Ayah saya jadi duta tidak resmi toko listrik baik hati itu. Semua orang disuruhnya kesana kalau butuh alat listrik, Beliau promosikan kemana-mana, Dengan ekspresi yang insyaAllah pasti menarik orang

Dan AlhamdulIllah sebelum ayah saya promosikan, Toko itu memang sudah ramai. Sudah banyak pembeli yang jadi iklan berjalan bagi toko itu, Yang terkesan pada kebaikannya

Hasil dari cara jualan mereka yang unik adalah dagangannya laris, Dan Entah ikhlas atau tidak, Hidup keduanya InsyaAllah tenteram. Terlihat dari wajah anak dan bapak tersebut yang damai, Selalu tersenyum, Nampak tak ada beban

Kalau lebih banyak pedagang seperti mereka, Hidup ini indah, Pembeli tidak kuatir ditipu baik harga maupun kualitas, Dan pedagang senang usaha untuk beriklan jauh berkurang, Pun tak perlu saling menjatuhkan sesama pedagang atau menjelekkan produk orang lain.

-Fathi Yazid-

Al-Hijrah sebuah toko baju muslim yang berlokasi di ITC Kuningan lt 2, blok B4 no 5. Nama ini diambil sebagai titik tolak pendirinya untuk hijrah dari pekerjaan sebelumnya yang bergelimang riba.

Setelah mereka secara intensif mengikuti kajian-kajian Islam disekitar kantor, akhirnya mengerti tentang hukum-hukum perdagangan terutama hukum riba. Salah satu yang membuat mereka takut adalah hadis nabi yang berbunyi:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir, beliau mengatakan, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, korban riba, pencatat, dan saksinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Mereka itu dosanya sama.'” (Hr. Muslim, no. 4177)

Memang penuh perjuangan untuk lepas dari lingkaran riba. Sudah bukan menjadi rahasia jika kerja di bank menjanjikan kenyamanan hidup dunia apalagi dengan posisi-posisi tertentu bisa mendapatkan fasilitas berlebih.

Tidak hanya itu, penolakan-penolakan keras dari keluarga juga mereka hadapi. Tapi mereka menanamkan tekad kuat bahwa ini perintah Allah yang wajib ditaati dengan tekad kuat mereka akhirnya bisa keluar dari bank.

“Ya biasalah namanya orang tua, dengan alasan nanti anak mau dikasih makan apa, nanti sekolah anak-anak gimana, gitukan..” Kata Reza yang saat ini menempuh S2 Manajemen Syariah di Universitas Indonesia.

Senada juga diungkapkan oleh Seno yang sempat bingung jika nanti keluar kerja apa, apalagi mertuanya tidak setuju dengan keputusannya keluar dari pekerjaan.

“Ketika mau keluar memang sedikit takut, karena sudah niat lillahi ta’ala sih. Perlu diketahui memang agak sulit untuk keluar karena kerja di bank bisa mendapat banyak (tanda kutip) fasilitas yang bikin orang sulit untuk keluar. Alhamdulillah Allah memudahkan jalan, apalagi keluarga mendukung, jadi ya sudah jalanin saja. Sempat ada penolakan sih juga dari keluarga Istri..”

Nama Toko: Al-Hijrah
Produk: Baju Muslim
Pendiri: Endru, Fajar, Reza, Seno
Alamat: ITC Kuningan lt 2, blok B4 no 5
Contact: 0888-0830-8410

http://pengusahamuslim.com/takut-dosa-riba-mereka-resign-kerja-di-bank-dan-bikin-al-hijrah/

Kita hidup di gunung merindukan pantai…
Kita hidup di pantai merindukan gunung…

Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
Di musim hujan kita tanya kapan kemarau?

Diam di rumah pengennya pergi…
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah…

Waktu tenang cari keramaian…
Waktu ramai cari ketenangan…

Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan…

Ternyata SESUATUMU tampak indah karena belum kita miliki…

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki…

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR…
dengan rahmat yang sudah kita miliki…

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??
Menutupi telapak tangan saja sulit…

Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI” dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi inipun akan tampak buruk…

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…

SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…

Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah Amanah yang dipercayakan…
yang semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki…
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki…
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki…
Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.

Selamat meraih kebaikan di hari ini.

�� Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
�� Bbg-alilmu.com